SketsaNusantara.id - Kasus penembakan terhadap 5 Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Otoritas Maritim keamanan Malaysia hingga kini terus bergulir.
Tewasnya 1 orang WNI pada insiden penembakan yang terjadi di Tanjung Rhu, Selangor Malaysia itu kini pihak Malaysia akhirnya angkat bicara.
Pihak Agensi Penguat Maritim Malaysia (APMM) berdalih bahwa mereka akhirnya terpaksa lakukan tembakan dalam rangka membela diri, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPAS TV.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Selangor Datuk Husein Omar Khan menyatakan dalam pernyataannya pada Senin 27 Januari 2025 mengungkapkan kejadian berdasarkan versinya.
Mereka mengungkapkan bahwa kapal patroli APMM menemukan kapal yang ditumpangi WNI tersebut.
Kapal yang dinaiki WNI tersebut menurutnya berhasil lolos setelah menabrak kapal APMM yang tengah berpatroli berkali-kali.
Selain itu menurutnya, pihak WNI yang ada dalam kapal berusaha menyerang mereka dengan menggunakan parang panjang.
Sebab itulah pihak APMM kemudian mengaku melepaskan tembakan dalam rangka memberikan peringatan, namun kemudian mengenai salah atau penumpang kapal hingga tewas.
Sementara itu korban yang meninggal dunia dalam penyerangan tersebut merupakan seorang pria yang berasal dari Riau.
Sedangkan 4 orang lainnya yang saat ini sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan dalam kondisi kesehatan yang stabil.
Atas insiden tersebut maka KBRI di Malaysia akan segera menemui WNI tersebut untuk mendapatkan identitas asli mereka.
Artikel Terkait
Gerebek Rumah Kos, Polres Blitar Amankan Puluhan Calon Pekerja Migran Ilegal! Terbanyak dari NTT
Hadir dalam Dialog Migrant Care, Gus Fawait Berkomitmen Serius Perjuangkan Nasib Para Pekerja Migran
Sinergi Kementerian BUMN dan PPMI, Dukungan untuk Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
Tragis! Mantan Pekerja Migran Asal Jember Idap Penyakit Aneh, Septa: Saya Sempat Dapat Perlakuan Tak Baik di RS Singapura
Datangi Mantan Pekerja Migran di Jember, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding: Keberangkatan Korban Non Prosedural