Minggu, 19 Juli 2026

Ironis! Otoritas Maritim Malaysia Tembak Pekerja Migran Indonesia Jelang Kedatangan Prabowo Subianto, Migrant Care Ungkap Duduk Perkaranya

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 27 Januari 2025 | 21:12 WIB
5 Pekerja Migran Indonesia ditembak Otoritas Maritim Malaysia jelang kedatangan Prabowk Subianto  (Freepik / senivpetro)
5 Pekerja Migran Indonesia ditembak Otoritas Maritim Malaysia jelang kedatangan Prabowk Subianto (Freepik / senivpetro)

SketsaNusantara.id - Ironis jelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Malaysia diwarnai oleh insiden penembakan 5 Pekerja Migran Indonesia yang tewaskan 1 WNI oleh petugas Otoritas Maritim Malaysia.

Diketahui bahwa dari insiden tersebut seorang WNI tewas dan 4 lainnya luka-luka akibat tembakan Otoritas Maritim Malaysia di Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia pada 25 Januari 2025.

Untuk itu Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yakni Abdul Kadir Karding meminta pemerintah Malaysia transparan dalam menegakkan hukum terkait kasus tersebut.

Baca Juga: Apa Penyebab Utama Abang Siomay Racing Meninggal Dunia? Pihak Medis dan Keluarga Beberkan Hal Ini...

Lalu apa sebetulnya yang terjadi dalam kasus penembakan tersebut? Hal ini diuraikan oleh Wahyu Susilo sebagai Direktur Eksekusi Migrant Care.

Menurut Wahyu Susilo, kawasan selat Malaka merupakan kawasan yang memang biasa digunakan hilir mudik oleh pekerja migran.

Dan insiden penembakan ini menurutnya terjadi akibat dari tidak adanya keseriusan kedua belah pihak antara Indonesia dan Malaysia dalam menjaga perbatasan.

Baca Juga: Pembubaran Badan Adhoc Pilkada 2024, KPU Nganjuk Sampaikan Apresiasi Kinerja

"Patroli perbatasan juga kadang mudah di suap jadi ini terpulang juga pada integritas para penjaga perbatasan," ujar Wahyu Susilo dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.

Menurutnya, jalur tragedi ini merupakan jalur tikus bagi pekerja migran yang memilih menjadi pekerja migran yang undocumented (tak resmi).

Hal ini menjadi pilihan para imigran disebabkan oleh biaya pekerja migran dengan dokumen lengkap sangat tinggi sehingga jalur ini dijadikan jalur tikus atau jalan pintas dari Indonesia menuju Malaysia.

Baca Juga: Viral! Inilah Penampakan Uang Receh Rp 70 Juta Hasil Mengumpulkan 8 Tahun dalam Drum Bekas Seorang Montir

"Tentu saja, jalur ini dekat dengan marabahaya," tambahnya bahwa jalur ini pastinya berbahaya karena banyak petugas berseliweran di dua arah.

Menurut Migrant Care, jalur ini sudah lama dijadikan jalur tikus sebab letaknya juga sangat dekat, dimana antara Aceh dan Malaysia yang hanya dibatasi oleh Selat Malaka saja.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X