Kamis, 4 Juni 2026

Apa itu Koin Jagat? Viral Tren Perburuan 'Harta Karun' yang Bikin Resah Karena Merusak Fasilitas Umum, Komdigi Sampai Ikut Turun Tangan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 15 Januari 2025 | 21:30 WIB
Potret Koin Jagat dan fenomena perburuannya yang makin meresahkan karena mengganggu ketertiban dan merusak fasilitas umum di Kota-Kota Besar Indonesia (X/youthofdisaster)
Potret Koin Jagat dan fenomena perburuannya yang makin meresahkan karena mengganggu ketertiban dan merusak fasilitas umum di Kota-Kota Besar Indonesia (X/youthofdisaster)

Pengguna yang mendapatkan Koin Perunggu akan mendaoatkan hadiah senilai RP 300 ribu hingga Rp 1 juta, bahkan ada pula Koin Emas yang menawarkan hadiah lebih besar.

Baca Juga: Kasus DBD di Jember Capai 1627 di Tahun 2024, Dinas Kesehatan: Angka Kematiannya Rendah

Permainan ini memberikan pengalaman seru apalagi dengan nominal hadiah ratusan hingga jutaan rupiah makin menggugah para penggunanya yang makin semangat mencari keberadaan Koin Jagat di dunia nyata.

Namun, permainan ini menimbulkan sejumlah masalah yang makin meresahkan warga Surabaya, Bandung dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Warga mengeluhkan banyaknya komunitas pemain yang terlalu fokus pada pencarian Koin Jagat sehingga mengabaikan lingkungan sekitar bahkan sampai merusak fasilitas umum.

Baca Juga: Siapa Pelaku dari Tewasnya Sandy Pernama? Resmi Ditangkap, Ini Profil Sosok Pria yang Menghabisi Nyawa Seorang Artis

Beberapa komunitas seringkali berkerumun di tempat-tempat umum yang menimbulkan kegaduhan dan tak jarang mengganggu ketertiban umum di seperti yang terjadi di taman-taman Kota Surabaya dalam beberapa hari terakhir.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi untuk ikut turun tangan.

Ia mendesak agar aplikasi permainan Koin Jagat itu diblokir karena dampaknya yang meresahkan masyarakat dan tak hanya merusak fasilitas umum tetapi juga rumah-rumah warga Surabaya.

Baca Juga: Paripurna Usulan Pemberhentian dan Pengesahan Pengangkatan Bupati serta Wakil Bupati Terpilih, DPRD Jember Segera Kirim Berkas ke Kemendagri

"Ada laporan dari warga yang mengadu pagar rumahnya dipanjat gara-gara nyari koin, terus fasilitas umum dan tumbuhan taman-taman kota juga ikut rusak," kata Eri Cahydi dalam video yang diunggah akun @surabayaterkini pada hari Selasa, 14 Januari 2025.

"Jadi saya mohon untuk Kominfo tolong aplikasi ini diblokir saja lah, karena gak mendidik sama sekali dampaknya juga merusak fasum sampai rumah warga. Saya peringatkan untuk hentikan permainan ini," pungkasnya.

Menilik dari deskripsi aplikasi Jagat di Google Play Store, aplikasi ini sejatinya diluncurkan untuk bisa berinteraksi dengan orang terdekat termasuk berbagi pesan, suara, foto dan video.

Baca Juga: Siswa di Jember Ini Harus Berjuang Naik Rakit Bambu Menuju Sekolah, Akibat Jembatan Penghubung 2 Desa Putus

Aplikasi ini menawarkan juga fitur unggulan seperti pelacakan lokasi dan notifikasi aktivitas yang membuat hubungan keluarga dan sahabat makin dekat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X