Minggu, 19 Juli 2026

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: AJI Jember Serukan Perubahan di Dunia Media

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Desember 2024 | 06:00 WIB
Rangakain 16HAKTP, AJI Jember Ajak Media Akhiri Kekerasan Gender Mulai dari Meja Redaksi (SketsaNusantara.id/ Zuhana Anibuddin Zuhro)
Rangakain 16HAKTP, AJI Jember Ajak Media Akhiri Kekerasan Gender Mulai dari Meja Redaksi (SketsaNusantara.id/ Zuhana Anibuddin Zuhro)

SketsaNusantara.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember menggelar kampanye bertajuk “Akhiri Kekerasan Sejak dalam Meja Redaksi” dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16HAKTP) yang berlangsung dari 25 November hingga 10 Desember.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghapuskan kekerasan berbasis gender (KBG) di lingkungan kerja media serta dalam produk jurnalistik. 

Dalam roadshow yang berlangsung mulai 3 hingga 6 Desember 2024 ini, AJI Jember mengunjungi empat perusahaan media di wilayah Jember, mulai dari media cetak, daring, hingga radio dan televisi.

Baca Juga: Melawan Kekerasan Berbasis Gender, AJI Serukan Kampanye untuk Kesetaraan dan Keselamatan Jurnalis Perempuan

Roadshow ini membawa misi penting, yaitu menciptakan ruang kerja aman bagi jurnalis, meningkatkan sensitivitas gender dalam pemberitaan, dan menyoroti pentingnya perspektif adil dalam peliputan isu perempuan. 

Kekerasan di Ruang Media

Data terbaru dari riset AJI Indonesia dan PR2Media mengungkapkan 82,6 persen dari 852 jurnalis perempuan pernah mengalami kekerasan seksual selama karier mereka.

Kondisi ini, menurut AJI Jember, adalah gambaran bahwa ruang kerja pers di Indonesia belum menjadi tempat yang aman, terutama bagi jurnalis perempuan. 

Baca Juga: Jaga Privasi Korban, AJI Indonesia Kritik Pelanggaran Etik Media Massa dalam Pemberitaan Kekerasan Seksual di Gorontalo

“Jurnalis perempuan menghadapi risiko kekerasan, baik di kantor maupun saat meliput di lapangan. Ini tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga kualitas demokrasi dan kebebasan pers,” ujar Mega Silvia, Divisi Gender, Anak dan Kelompok Rentan AJI Jember dalam diskusi bersama media lokal. 

Mengubah Narasi, Mengangkat Isu Perempuan

Selain menciptakan ruang kerja yang aman, AJI Jember menyerukan agar media lebih aktif mengangkat isu perempuan, seperti stunting, perkawinan anak, dan angka kematian ibu. Masalah ini, meski krusial, sering kali kalah dari isu populer lainnya. 

“Media harus menjadi agen perubahan, bukan sekadar pemberi informasi,” tegas AJI Jember. 

Baca Juga: AJI Jember Serukan Jurnalis Patuhi Kode Etik dalam Pemberitaan Kekerasan Seksual

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X