Mantan Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor ini juga menyebutkan, jika adanya dugaan penunggangan terhadap penyelenggara ini sangat mencederai pelaksanaan pemilu.
"Penyelenggara ini ditunggangi tanpa rasa malu dan sangat kurang ajar, ini sangat mencederai demokrasi di Jember. Apalagi ada yang sampai memamerkan poster paslon tertentu dari level penyelenggara tingkat bawah," tegasnya.
Ia menambahkan, hal ini perlu ada sikap tegas dari Bawaslu terkait adanya dugaan kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara.
"Ini bentuk pelecehan atas demokrasi," tutupnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Jember Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Ummul Mu'minat menyampaikan jika akan segera menindaklanjuti informasi yang masuk tersebut.
"Informasi ini menjadi awal untuk menindaklanjuti, sebab dalam penanganan pelanggaran hanya memiliki waktu 5 hari," terangnya.
Ummul mengungkapkan, jika sanksi terberat bagi penyelenggara yang terbukti melakukan pelanggaran ini adalah pemecatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bawaslu Bondowoso Imbau Masyarakat Awasi Pilkada Demi Terwujudnya Pemilihan yang Adil
Bawaslu Jatim Siapkan Strategi Hadapi Sengketa Pilkada Serentak 2024
Bawaslu Jember Sosialisasikan Pengawasan Partisipatif di Pilkada Serentak 2024 Melalui Pagelaran Budaya Reog
Beredar Video Hendy Siswanto Kampanye di Masjid, Plt Ketua DPC Demokrat Jember: Bawaslu Belum Terlihat Keseriusannya
Calon Bupati Jember Hendy Siswanto Dipanggil Bawaslu Jember Usai Adanya Laporan Dugaan Kampanye di Tempat Ibadah