Kamis, 4 Juni 2026

Tom Lembong Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dianggap Politisasi, Pernyataan Bahlil soal 'Curang asal Santun' Kembali Ramai Jadi Sorotan Publik

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 12:00 WIB
Potret Bahlil Lahadalia yang kembali jadi sorotan netizen dikaitkan dengan kasus korupsi Tom Lembong. (Instagram/bahlillahadalia)
Potret Bahlil Lahadalia yang kembali jadi sorotan netizen dikaitkan dengan kasus korupsi Tom Lembong. (Instagram/bahlillahadalia)

Baca Juga: Mengaku Kenal Baik, Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal Sebut Tom Lembong Punya Banyak Musuh Sejak…

"Pak Tom Lembong import 5 juta ton saja dijadikan tersangka, faktanya mentri-menteri lain setelah pak tom importnya lebih gila lagi, harusnya mereka juga ikut diselidiki juga dong apalagi Zulhas yang paling gede malah lebih ngeri lagi kalo diusut," komentar akun @Malifa607.

Di antaranya ada Enggartiasto Lukita yang menjabat jadi Mendag setelah Tom Lembong dengan total impor 15 juta ton gula, Agus Suparmanto dengan total impor 9,5 ton pada tahun 2019-2020, Muhammad Luthfi dengan total impor sebanyak 13 juta ton pada tahun 2020-2022.

Menariknya, Zulkifli Hasan terbilang paling besar mengimpor gula ketika menjabat jadi Mendag pada tahun 2022-2024 sebanyak 18 juta ton.

Baca Juga: Penangkapan Tom Lembong Disebut Ada Politisasi, Nama Anies Baswedan Terseret dalam Korupsi Impor Gula?

Di sisi lain, ada pula netizen yang menyindir pemerintah tak terima dengan kebijakan Tom Lembong karena tidak bisa "memperkaya mafia dan kartel" melalui BUMN.

"Gula memang tambang emasnya MAFIA dan KARTEL! buka saja semuanya, biar rakyat tau dengan jelas bahwa impor gula dan beberapa komoditas lain yang hanya diperbolehkan importansinya oleh BUMN selama ini prakteknya juga tetap saja MEMEPRKAYA ORANG LAIN, jadi yang kaya tetap saja MAFIA yang jadi KARTEL komoditas tersebut," ungkap akun @Naz_lira.

Tak ayal, berbagai penemuan yang membangkitkan kecurigaan netizen dikaitkan dengan perkataan Bahlil Lahadalia soal "curang tapi santun".

Beberapa waktu lalu, Bahlil pernah menyampaikan pidato pada acara Konsolidasi untuk pemenangan Luthfi-Yasin untuk memotivasi tim sukses agar bisa menang di Pilkada Jawa Tengah.
 
 
Tanpa ragu, Bahlil menyebut kemenangan bisa diperoleh bagaimanapun caranya meski harus berbuat "curang" bahkan meski harus "tabrak aturan" sekalipun.

"Tidak ada kata kalah, cara apapun kita lakukan yang  penting menang. Rumusnya curang asal santun, kalaupun itu tabrak aturan asalkan gak ketahuan," kata Bahlil dalam forum sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Twitter @gm_gm pada hari Senin, 7 Oktober 2024 lalu.

Dalam hal ini, netizen menyebut oposisi yang selalu menentang pemerintah pasti akan dicari-cari kesalahannya, seperti pada kasus Tom Lembong.
 
 
"Apapun itu, orang yang gak berseberangan dengan kekuasaan dan bisa diatur bakal aman, tapi siapapun yang berpolitik mengambil jalan berbeda pasti bakal dibidik, democrazy negara ini bener-bener gila," komentar akun @rahma_bft.

"Makanya, kalau mau korupsi besar juga gak masalah curang tapi santun, tabrak aturan mau rugikan negara triliunan yang penting gak ketahuan," sindir akun @Naz_lira.
 
Semenatara itu, Kejagung menyebut penetapan Tom Lembong menjadi tersangka kasus korupsi impor gula Kemendag bukan karena politisasi.
 
Pihaknya menegaskan bahwa ada permulaan bukti yang mengindikasikan Tom Lembong terlibat korupsi impor gula berdasarkan hasil penyidikan sejak tahun 2023.***

 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X