SketsaNusantara.id - Universitas Indonesia (UI) dipertanyakan kredibilitasnya usai memberikan gelar Doktor kepada Bahlil Lahadalia.
Pasalnya, jawaban Bahlil saat sidang doktoral dinilai kurang berbobot sehingga ramai jadi gunjingan netizen di media sosial.
Mengangkat tema mengenai kebijakan tata kelola hilirisasi Nikel yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia, Bahlil menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam disertasinya.
Salah satu isu utama yang disoroti dalam disertasi Bahlil adalah masalah kerusakan lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat di Morowali, Sulawesi Tengah.
Dalam sidang doktoral yang ditayangkan secara online di kanal YouTube UI, Bahlil mendapat pertanyaan dari dosen penguji untuk mengatasi kerusakan lingkungan di Morowali.
Jawaban Bahlil lantas ramai jadi sorotan lantaran tidak memberikan solusi konkret dan dinilai tidak menjelaskan secara detail untuk mengatasi kerusakan lingkungan di Morowali dan Halmahera Tengah.
"Saya melihat dalam disertasi Bapak ini ada dampak kerusakan lingkungan yang sangat buruk sekali di Halmahera yang tentu berdampak pada masyarakat, tapi saya belum bisa menemukan apa yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan ini terjadi," kata Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si yang menjadi penguji dalam sidang doktoral Bahlil.
Prof. Arif Satria menyebut adanya kegagalan pemerintah dan meminta Bahlil memberikan solusi konkret dalam menangani masalah kerusakan lingkungan di Morowali dan Halmahera.
"Mengacu pada teori Resources Management, kerusakan lingkungan itu terjadi karena 3 hal, kegagalan pemerintah, kegagalan pasar dan kegagalan masyarakat, dari ketiga hal tersebut mana yang paling dominan berkontribusi menyebabkan kerusakan lingkungan dan apa solusinya?" tanya Prof. Arif.
Bahlil kemudian membandingkan kondisi Pesisir Laut di Halmahera Tengah dan Morowali yang kerusakan lingkungannya sangat buruk dibandingkan dengan Weda Bay.
Ketum Partai Golkar itu menilai kebijakan pemerintah sudah sesuai tetapi kurang ditegakkan dan menyebut adanya kesalahan dalam penanganan adalah hal yang biasa.
Artikel Terkait
Adian Napitupulu Tantang Bahlil Lahadalia Soal Tambang Ilegal di Kutai Barat: Waktunya Pak Bahlil Diuji
Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah Mau Gabung Partai Golkar? Bahlil Lahadalia: Sudah Negosiasi
Usai Ujian Seminar Hasil Riset di Program Doktor, Bahlil Lahadalia Tuai Komentar dari Netizen: Jangan Disamakan dengan Rasulullah
Heboh Ketum Parpol Diduga Aniaya Wanita Hingga Masuk RS, Ini 17 Nama Ketua Umum Partai Politik: Bahlil Lahadalia hingga Zulhas
18 Menteri Jokowi yang Dipanggil Prabowo Subianto Siap Duduk di Kabinet Lagi, Ada Sri Mulyani hingga Bahlil Lahadalia