Kamis, 4 Juni 2026

Jawaban Bahlil saat Sidang Doktoral soal Kerusakan Lingkungan akibat Tambang di Morowali Dinilai Kurang Berbobot, UI Jadi Bahan Gunjingan Netizen

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 18 Oktober 2024 | 08:00 WIB
Potret Bahlil pada sidang terbuka doktoral UI.  (Instagram/bahlillahadalia)
Potret Bahlil pada sidang terbuka doktoral UI. (Instagram/bahlillahadalia)

SketsaNusantara.id - Universitas Indonesia (UI) dipertanyakan kredibilitasnya usai memberikan gelar Doktor kepada Bahlil Lahadalia.

Pasalnya, jawaban Bahlil saat sidang doktoral dinilai kurang berbobot sehingga ramai jadi gunjingan netizen di media sosial.

Mengangkat tema mengenai kebijakan tata kelola hilirisasi Nikel yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia, Bahlil menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dalam disertasinya.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Ramai jadi Sorotan! Sosok Ini Bongkar Penelusuran Riwayat Pendidikannya di PDDIK, Ternyata Dulu Sempat...

Salah satu isu utama yang disoroti dalam disertasi Bahlil adalah masalah kerusakan lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat di Morowali, Sulawesi Tengah.

Dalam sidang doktoral yang ditayangkan secara online di kanal YouTube UI, Bahlil mendapat pertanyaan dari dosen penguji untuk mengatasi kerusakan lingkungan di Morowali.

Jawaban Bahlil lantas ramai jadi sorotan lantaran tidak memberikan solusi konkret dan dinilai tidak menjelaskan secara detail untuk mengatasi kerusakan lingkungan di Morowali dan Halmahera Tengah.

Baca Juga: Raih Gelar S3 UI hanya 1.5 Tahun, Bahlil Lahadalia Butuh Waktu 7 Tahun untuk Lulus S1, Berikut Riwayat Pendidikannya

"Saya melihat dalam disertasi Bapak ini ada dampak kerusakan lingkungan yang sangat buruk sekali di Halmahera yang tentu berdampak pada masyarakat, tapi saya belum bisa menemukan apa yang menjadi penyebab kerusakan lingkungan ini terjadi," kata Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si yang menjadi penguji dalam sidang doktoral Bahlil.

Prof. Arif Satria menyebut adanya kegagalan pemerintah dan meminta Bahlil memberikan solusi konkret dalam menangani masalah kerusakan lingkungan di Morowali dan Halmahera.

"Mengacu pada teori Resources Management, kerusakan lingkungan itu terjadi karena 3 hal, kegagalan pemerintah, kegagalan pasar dan kegagalan masyarakat, dari ketiga hal tersebut mana yang paling dominan berkontribusi menyebabkan kerusakan lingkungan dan apa solusinya?" tanya Prof. Arif.

Baca Juga: Siapa Chandra Wijaya? Promotor Gelar Doktor Bahlil Lahadalia yang Jadi Komisaris Independen Jasa Marga

Bahlil kemudian membandingkan kondisi Pesisir Laut di Halmahera Tengah dan Morowali yang kerusakan lingkungannya sangat buruk dibandingkan dengan Weda Bay.

Ketum Partai Golkar itu menilai kebijakan pemerintah sudah sesuai tetapi kurang ditegakkan dan menyebut adanya kesalahan dalam penanganan adalah hal yang biasa.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X