Dengan mencabut TAP tersebut, MPR dalam hal ini berusaha untuk memperbaiki narasi sejarah dan mengakui bahwa Sukarno tetap memiliki tempat penting dalam sejarah Indonesia.
Putra sulung Soekarno yakni Guntur Sukarno dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih atas putusan MPR RI dengan mencabut TAP MPRS yang telah mendongkel kekuasaan sang ayah.
Guntur berharap bahwa pencabutan TAP MPRS ini berhasil membuat kepercayaan publik kepada Soekarno sebagai bapak pendiri bangsa akan kembali seperti sedia kala.
Guntur mengakui bahwa keluarga besar Soekarno telah menunggu momen pembersihan nama Sukarno selama 57 tahun lebih atas tuduhan penghianatan G30S PKI yang mereka anggap sebagai propaganda dari Orde Baru.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Jejak Kyai Zainul Arifin Pahlawan Nasional dari Barisan Hisbullah, Kisahnya Jadi Tameng Hidup Soekarno Legendaris Hingga Kini
Kontroversi Kerja Paksa Romusha Zaman Penjajahan, Ternyata Ini Negosiasi Soekarno dengan Pemerintah Jepang
5 Fakta Buick, Mobil Pertama Presiden Soekarno, Ternyata 'Curian' Sudiro, Walikota Jakarta dan Kakek Tora Sudiro
Pengibar Bendera Pertama Pada Tahun 1945, Berikut Profil Latief Hendradiningrat Tentara PETA yang Bertugas Membujuk Soekarno
3 Fakta Istimewa Terkait Pertimbangan Soekarno Memilih 17 Agustus 1945 Sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia, Nomor 2 Jadi Landasan yang Paling Mendasar
Masih Serumpun Melayu, Kenapa Indonesia dan Malaysia Sering Berselisih? Sejarah Deklarasi Perang dari Soekarno