Minggu, 19 Juli 2026

Kontroversi Kerja Paksa Romusha Zaman Penjajahan, Ternyata Ini Negosiasi Soekarno dengan Pemerintah Jepang

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Rabu, 24 Juli 2024 | 15:01 WIB
Soekarno jadi mandor romusha saat penjajahan Jepang. (X/ @aro_6ansi)
Soekarno jadi mandor romusha saat penjajahan Jepang. (X/ @aro_6ansi)

 

SketsaNusantara.id - Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, masa penjajahan Jepang adalah salah satu periode yang penuh kontroversi.

Salah satu isu besar yang muncul adalah keterlibatan Soekarno dalam program kerja paksa atau romusha yang diperkenalkan oleh Jepang.

Meski penjajahan Jepang di Indonesia relatif singkat, dampaknya sangat mendalam.

Baca Juga: Jejak Kyai Zainul Arifin Pahlawan Nasional dari Barisan Hisbullah, Kisahnya Jadi Tameng Hidup Soekarno Legendaris Hingga Kini

Jepang, yang awalnya dianggap sebagai pembebas dari penjajahan Belanda, mulai menunjukkan wajah yang berbeda seiring berjalannya waktu.

Salah satu tindakan mereka yang paling kontroversial adalah penerapan romusha, sebuah sistem kerja paksa yang menempatkan ribuan rakyat Indonesia dalam kondisi kerja yang sangat berat dan sering kali mematikan.

Jepang menggunakan propaganda untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, dengan slogan seperti "Jepang Pemimpin Asia" dan "Jepang Pelindung Asia."

Namun, ketika perlakuan Jepang terhadap rakyat mulai memburuk, kepercayaan rakyat pun mulai menurun.

Baca Juga: Tak Dapat Pengawalan! Ini Alasan Presiden Soekarno Dikawal Yakuza saat Berkunjung ke Jepang

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Matahatipemuda, situasi semakin kritis ketika Jepang, menghadapi kekalahan dalam Perang Dunia II, mulai mencari dukungan dari tokoh-tokoh nasional Indonesia.

Pada 16 April 1943, Jepang membentuk organisasi bernama Pusat Tenaga Rakyat (Putra) dan menunjuk Soekarno sebagai ketuanya.

Organisasi ini bertujuan untuk memusatkan tenaga kerja Indonesia dalam membantu kepentingan Jepang, termasuk dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan perang.

Salah satu proyek yang paling dikenal adalah pembangunan rel kereta api menuju Bayah, yang dikenal dengan sebutan "death railway" karena banyaknya korban jiwa akibat kondisi kerja yang sangat berat.

Baca Juga: Tidak Main-Main! 8 Tokoh Dunia Ini Ditaklukan oleh Karisma Soekarno, Putra Sang Fajar dari Indonesia

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Matahatipemuda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X