Minggu, 19 Juli 2026

Kontroversi Kerja Paksa Romusha Zaman Penjajahan, Ternyata Ini Negosiasi Soekarno dengan Pemerintah Jepang

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Rabu, 24 Juli 2024 | 15:01 WIB
Soekarno jadi mandor romusha saat penjajahan Jepang. (X/ @aro_6ansi)
Soekarno jadi mandor romusha saat penjajahan Jepang. (X/ @aro_6ansi)

Soekarno, sebagai pemimpin Putra, terlibat dalam mengatur dan mengawasi romusha.

Ini menyebabkan munculnya kontroversi besar karena banyak orang mulai mempersoalkan perannya dalam program kerja paksa yang memakan banyak nyawa.

Dalam buku Soekarno: Penyambung Lidah Rakyat, Soekarno mengakui bahwa keputusan untuk terlibat dalam romusha adalah keputusan yang sangat sulit.

Ia menyadari bahwa Indonesia pada saat itu tidak memiliki senjata atau keterampilan militer yang memadai untuk melawan Jepang secara efektif.

Karena itu, ia memilih untuk bekerja sama dengan Jepang meskipun harus mengorbankan banyak nyawa.

Baca Juga: Jarang Orang Tahu! Inilah Deretan 9 Anak Presiden Soekarno, Semuanya Terjun ke Dunia Politik?

Soekarno memahami bahwa meskipun terlibat dalam romusha, tujuannya adalah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perjuangan melawan penjajah.

Dalam pandangannya, meski ada pengorbanan yang harus dilakukan, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meraih kemerdekaan.

Ia percaya bahwa dengan beradaptasi dengan situasi yang ada, Indonesia bisa mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik setelah Jepang kalah dalam perang.

Keterlibatan Soekarno dalam romusha tetap menjadi topik yang banyak diperdebatkan.

Beberapa orang melihatnya sebagai pengkhianatan, sementara yang lain memahami bahwa ia terpaksa mengambil keputusan tersebut dalam situasi yang sangat sulit.

Baca Juga: Jarang Orang Tahu! Inilah Deretan 9 Anak Presiden Soekarno, Semuanya Terjun ke Dunia Politik?

Pengalaman romusha adalah bagian dari perjalanan panjang Indonesia menuju kemerdekaan, yang menunjukkan betapa rumit dan beratnya perjuangan untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Matahatipemuda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X