Sabtu, 18 Juli 2026

Antisipasi PSU, Bawaslu Jombang Tingkatkan Pengawasan dalam Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Jumat, 26 Juli 2024 | 19:17 WIB
Dafid Budiyanto (SketsaNusantara.id/Asad Choirudin)
Dafid Budiyanto (SketsaNusantara.id/Asad Choirudin)

SketsaNusantara.idBawaslu Jombang mengingatkan kepada KPU setempat untuk berhati-hati dalam melaksanakan Pilkada 2024.

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan, baik Pemilu maupun Pilkada, terjadi pemungutan suara ulang (PSU) sebanyak 3 kali.

“Jadi kami mencatat, penyelenggaraan Pemilu maupun Pikada di Jombang terjadi PSU sebanyak 3 kali. Atas hal ini, koordinasi dengan KPU ke depan akan lebih kami tingkatkan,” ujar Ketua Bawaslu Jombang Dafid Budiyanto, Jumat 26 Juli 2024 kepada SketsaNusantara.id.

Baca Juga: Jumlah DPT Naik, Bawaslu Jember Imbau KPU Tambah dan Geser TPS di 23 Wilayah

PSU 3 kali tersebut, ungkap David, yang pertama terjadi pada Pemilu tahun 2009. Harus dilakukan PSU karena tidak terjaga kerahasiaan pemilih usai memberikan suaranya di TPS.

“Itu terjadi disalah satu TPS di Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Dafid, PSU terjadi pada saat penyelenggaraan Pilkada tahun 2014. Berbeda dengan persoalan sebelumnya, PSU digelar gara-gara surat suara telah tercoblos dan melebihi pemilih yang hadir di TPS.

“Sebanyak 25 surat suara ditemukan tercoblos. Anehnya, setelah kami kroscek, jumlah total surat suara yang tercoblos itu melebihi pemilih yang hadir,” sebut Dafid.

Baca Juga: KPU Kabupaten Bondowoso Bubarkan Pantarlih Setelah Sebulan Bertugas, Honorarium Beres! 

PSU Kembali terjadi saat penyelenggaraan Pemilu 2024. Di mana, kata David, ada 19 pemilih yang seharusnya tidak masuk dalam kategori pemilih tetapi dapat memilih.

Atas kejadian tersebut, tambah David pihaknya juga mengaku lemah dalam pengawasan. Untuk itu, lanjutnya, selain akan meningkatkan sisi pengawasan, pihanya juga akan melakukan koordinasi secara intens dengan KPU Jombang selaku penyelenggara teknis.

“Kami tidak dapat menyalahkan sesama penyelenggara. Atas sejumlah catatan tersebut, Bawaslu akan memperkuat dari sisi kepengawasan. Baik pengawasan yang dilakukan oleh badan adhoc maupun pengawasan partisipatif,” katanya.

Sebab, sambungnya, pengawasan yang dilakukan oleh jajaran Bawaslu dapat maksimal ketika ada dukungan dari masyarakat.

Baca Juga: Gelar Media Gathering, KPU Jombang Ajak Wartawan Sukseskan Pilkada Serentak 2024 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X