Kedua, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten menentukan kebutuhan desa yang memang harus segera ditangani, dengan melibatkan pemerintah desa yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat dan mengetahui kondisi di lapangan.
"Ketiga, kami meminta ada kepastian, mana yang akan dikerjakan, kapan dilaksanakan, dan bagaimana penyelesaiannya. Jangan sampai desa terus diminta bersabar tanpa kejelasan," urainya.
Keempat, pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Jember memaksimalkan kemampuan anggaran yang ada dan mencari seluruh sumber pendanaan yang memungkinkan untuk mempercepat pembangunan.
Kelima, apabila anggaran yang tersedia memang belum cukup, jangan berhenti pada kalimat anggaran terbatas.
"Pemerintah harus mencari jalan lain yang sah, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bagaimana caranya dan pilihan apa yang akan ditempuh menjadi kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD," terangnya.
Baca Juga: Jamin Kesehatan Warganya, Bupati Jember Gus Fawait Kunjungi Lansia Sebatang Kara di Sumberbaru
Keenam, Meseran meminta DPRD Kabupaten Jember ikut memastikan persoalan pembangunan desa ini benar-benar mendapat jalan keluar. "Melalui hearing ini, kami meminta Bupati Jember hadir langsung, memimpin penyelesaian persoalan ini, dan memastikan perangkat daerah benar-benar bekerja mencari jalan keluar.
Selain itu, ada beberapa hal yang menjadi permintaan kongkrit dari Kepala Desa Kabupaten Jember di tengah efisiensi besar-besaran adalah sebagai berikut. Pertama, pembangunan Infrastruktur dan Penerangan jalan yang merata di 226 Desa di Kabupaten Jember
Kedua, adanya Bantuan Keuangan Desa ataupun yang sejenis untuk pemberdayaan masyarakat desa. Ketiga, alokasi Dana Desa (ADD) dan dana BGH jangan dipangkas dan kalau perlu dinaikkan.
Keempat, ambulans Desa segera serahkan kepada semua pemerintah desa. "Setiap program strategis pemerintah kabupaten Jember seperti Homecare, Ketahanan pangan dan lain-lain wajib melibatkan pemerintah desa," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Program Homecare Segera Diluncurkan, Komisi D DPRD Jember Sebut Kesiapan SDM Jadi Penentu Keberhasilan Program
DPRD Jember Mulai Bahas APBD 2027, Target dan Proyeksi Pendapatan Daerah Tembus Rp4,5 Triliun
Silpa Tahun Anggaran 2025 Capai Rp600 Miliar, Ketua DPRD Jember: Sebagian Dialokasikan untuk Tambal Belanja Pegawai
Pasca Rapat APBD 2027 Tertutup, Fraksi PKB DPRD Jember Pastikan Pembahasan Selanjutnya Dilaksanakan Secara Terbuka
Evaluasi LPP APBD 2025, DPRD Jember Minta Pemkab Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi Gubernur dan BPK
Fraksi Gerindra DPRD Jember Sebut Rencana Pinjaman di RAPBD 2027 Difokuskan untuk Percepatan Pembangunan, Ardi: Demi Kemaslahatan Rakyat
DPRD Jember Minta Pemkab Kaji Ulang Pinjaman Rp786,5 Miliar, Widarto: Masih Ada Alternatif Selain Utang
DPRD Jember Fasilitasi Pemulangan Jenazah Warga Nogosari yang Meninggal di Kotabaru Kalimantan Selatan
Fokus Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Fraksi PPP DPRD Jember Restui Rencana Pinjaman Daerah Rp786 Miliar ke PT SMI
Fraksi PKB DPRD Jember Tanggapi Soal Pinjaman Rp786,5 Miliar, Candra: Pastikan Infrastruktur Merata Hingga Desa