"Kelelahan (burnout) secara emosional dan fisik yang tidak bisa dikendalikan (coping mechanism) bisa menimbulkan perilaku nirempati," tuturnya.
Meski demikian, Mahesa mengingatkan bahwa dokter dan tenaga kesehatan merupakan profesi yang terikat oleh kode etik dan sumpah profesi. Karena itu, empati terhadap pasien harus tetap menjadi bagian dari pelayanan yang diberikan.
Ia juga menilai fenomena ini perlu diteliti lebih lanjut karena komentar serupa tidak hanya dilakukan oleh satu profesi kesehatan ataupun berasal dari satu institusi tertentu.
Psikolog Soroti Pentingnya Jaga Kesehatan Mental Nakes
Psikolog juga ikut menyoroti fenomena ini sebagai pengingat pentingnya tenaga kesehatan dalam menjaga kesehatan mental.
Psikolog Efnie Indrianie menyoroti tekanan kerja tenaga kesehatan gang dituntut mengambil keputusan penting, menghadapi pasien dalam berbagai kondisi, sekaligus menjaga performa agar tetap optimal setiap hari yang berpotensi meningkatkan hormon kortisol pemicu stres yang memengaruhi cara kerja otak.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha itu menjelaskan bahwa, ketika kadar hormon stres meningkat, bagian otak yang mengatur emosi menjadi lebih dominan.
Sebaliknya, area otak yang berperan dalam empati, kesabaran, dan kemampuan berpikir jernih justru menjadi kurang aktif.
"Hormon kortisol akan mengaktifkan amigdala di sistem otak, yaitu pusat emosi. Sedangkan empati, berpikir jernih, tenggang rasa, dan kesabaran dikendalikan oleh prefrontal cortex. Bagian ini tidak akan banyak teraktivasi saat hormon stres meningkat," jelas Efnie dalam penjelasannya yang disampaikan hari Rabu, 5 Agustus 2026.
Efnie turut menyayangkan sikap nirempati nakes dan kejadian ini seharusnya menjadi alarm sebagai momentum untuk memperhatikan kesehatan mental tenaga kesehatan.
Menurutnya, kesejahteraan psikologis nakes perlu mendapat perhatian yang sama seriusnya dengan kesehatan fisik mereka.
"Apakah kita sudah melihat kondisi mental health dari tenaga kesehatan betul-betul mendapatkan perhatian yang lebih? Apakah kesejahteraan mental atau mental wellbeing itu sudah menjadi concern utama?" ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa stres berat sering kali muncul akibat kombinasi berbagai faktor, mulai dari tekanan pekerjaan hingga persoalan pribadi.
Artikel Terkait
Menteri Kesehatan Himbau Rumah Sakit untuk Lakukan Subsidi Silang Buntut Keluhan Layanan BPJS, Apa Itu?
Gregetan dengan Pelayanan BPJS Kesehatan di Magelang dan Sekitarnya, Aktris Nafa Urbach Sekaligus Anggota DPR Siap Jadi Pusat Pengaduan Warga?
Kemenkes Laporkan Deretan RSUD yang Tercatat Sebagai Tempat Kasus Bullying Terbanyak di Indonesia, Ada 10! Salah Satunya di Wilayah Kamu?
Dikira Tak Bisa Cover, Luna Maya Kaget BPJS Tanggung Biaya Ganti Pen Sang Ibunda hingga Rp120 Juta Lebih: Bangga Gue
Duta BPJS Kesehatan Raffi Ahmad Kampanyekan Hidup Sehat Sejak Muda, Jangan Bergantung pada Pengobatan