SketsaNusantara.id – Kisah pilu Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS yang meninggal dunia setelah curhatannya di media sosial dibanjiri komentar bernada negatif dari sejumlah oknum tenaga kesehatan (nakes), terus menjadi perhatian publik.
Kasus ini menuai simpati dari masyarakat hingga mendapat tanggapan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut dan menilai perilaku nirempati yang ditunjukkan sejumlah nakes diduga dipengaruhi oleh kelelahan emosional atau burnout akibat stress karena tekanan pekerjaan yang berkepanjangan.
Meski demikian, IDI menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas perilaku yang melanggar etika profesi tenaga kesehatan.
Kasus ini bermula ketika Yurizal Tri Chaerawan menyampaikan keluhannya di Threads karena menunggu cukup lama untuk mendapatkan ruang rawat inap di sebuah rumah sakit.
Dalam unggahannya, ia juga tak menyebut nama rumah sakit ataupun menyinggung profesi nakes, bahkan tak ingin banyak mengeluhkan kondisinya mengingat dirinya menggunakan layanan BPJS Kesehatan.
Alih-alih mendapat dukungan, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada sinis. Sejumlah akun yang diketahui merupakan tenaga kesehatan ikut memberikan tanggapan yang dinilai minim empati, sehingga memicu kritik luas dari masyarakat.
Setelah Yurizal meninggal dunia, beberapa dokter dan tenaga kesehatan yang sebelumnya memberikan komentar negatif akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.
IDI: Burnout Bisa Memicu Perilaku Nirempati
Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Ketua Majelis Pengembangan Profesi Kedokteran IDI, Mahesa Paranadipa, menilai ada kemungkinan perilaku tersebut dipengaruhi oleh kondisi psikologis para tenaga kesehatan.
Menurutnya, kelelahan emosional akibat tekanan kerja dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan respons emosinya sehingga muncul sikap nirempati yang susah dikendalikan akibat stress.
"Analisa awal mungkin bisa disebabkan karena tekanan psikologis, beban kerja, atau kondisi lain di tempat kerjanya," ujar Mahesa dalam keterangannya, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @lambegosiip pada hari Kamis, 6 Agustus 2026.
Artikel Terkait
Menteri Kesehatan Himbau Rumah Sakit untuk Lakukan Subsidi Silang Buntut Keluhan Layanan BPJS, Apa Itu?
Gregetan dengan Pelayanan BPJS Kesehatan di Magelang dan Sekitarnya, Aktris Nafa Urbach Sekaligus Anggota DPR Siap Jadi Pusat Pengaduan Warga?
Kemenkes Laporkan Deretan RSUD yang Tercatat Sebagai Tempat Kasus Bullying Terbanyak di Indonesia, Ada 10! Salah Satunya di Wilayah Kamu?
Dikira Tak Bisa Cover, Luna Maya Kaget BPJS Tanggung Biaya Ganti Pen Sang Ibunda hingga Rp120 Juta Lebih: Bangga Gue
Duta BPJS Kesehatan Raffi Ahmad Kampanyekan Hidup Sehat Sejak Muda, Jangan Bergantung pada Pengobatan