Arif menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak selesai hanya ketika rantai di kaki RQ terlepas.
"Kami memastikan proses rehabilitasi dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penanganan medis hingga pendampingan sosial. Tujuannya agar RQ punya kesempatan hidup mandiri dan kelak bisa diterima kembali di tengah masyarakat," pungkas Arif.
Kisah pilu RQ menjadi tamparan sekaligus pengingat bagi kita semua. Mengurung dan merantai manusia yang tengah sakit secara mental bukanlah jalan keluar.
Kasus ini mengetuk kesadaran kolektif kita bahwa penyembuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) membutuhkan kerja keras bersama. Mulai kepekaan tetangga, kesabaran keluarga, respons cepat tenaga kesehatan, hingga kebijakan nyata dari pemerintah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Kendalikan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan hingga Lakukan Mitigasi Bencana Ekstrem
Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi
Pemkab Jember Gelar OSMA di JSG, Warga Bisa Olahraga Sore Sekaligus Donor Darah, Cek Kesehatan dan Nikmati UMKM
Kepala BGN Puji Akurasi Data Gizi Door to Door Pemkab Jember
Pemkab Jember Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak Daerah
Anggaran Revitalisasi Sekolah Bertambah Rp16 Triliun, Politisi Golkar Purnamasidi Dorong Pemkab Jember Segera Tangkap Momentum
Sidak SPPG Diduga Penyebab Keracunan, Satgas MBG Pemkab Jember Temukan Beberapa Fakta Lapangan
Kandidat Juara Mundur, Pemkab Jember Gelar Ulang Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan
Pemkab Jember Petakan Wilayah Krisis Air, Mulai Distribusikan Bantuan ke Desa-Desa
Penanganan Cepat Pemkab Jember Terkait Insiden Dugaan Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis