Hingga saat ini, lanjutnya, sebanyak 27 anak yang menjadi korban tengah mendapatkan perawatan intensif di beberapa fasilitas medis, di antaranya RS Balung, Puskesmas Paleran, Puskesmas Sukorejo, serta sejumlah klinik swasta.
Baca Juga: Sidak SPPG Diduga Penyebab Keracunan, Satgas MBG Pemkab Jember Temukan Beberapa Fakta Lapangan
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Jember memastikan seluruh biaya pengobatan para korban digratiskan penuh atas instruksi langsung dari Bupati.
Sanksi penutupan sementara terhadap SPPG Karangsono akan terus berlaku hingga hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan keluar.
"Pihak pengelola juga diwajibkan melakukan pembenahan total pada sistem sanitasi, standar penyajian, serta menyelesaikan legalitas dokumen IPAL sebelum diizinkan beroperasi kembali," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Kendalikan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan hingga Lakukan Mitigasi Bencana Ekstrem
Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi
Pemkab Jember Gelar OSMA di JSG, Warga Bisa Olahraga Sore Sekaligus Donor Darah, Cek Kesehatan dan Nikmati UMKM
Kepala BGN Puji Akurasi Data Gizi Door to Door Pemkab Jember
Pemkab Jember Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak Daerah
Anggaran Revitalisasi Sekolah Bertambah Rp16 Triliun, Politisi Golkar Purnamasidi Dorong Pemkab Jember Segera Tangkap Momentum
Sidak SPPG Diduga Penyebab Keracunan, Satgas MBG Pemkab Jember Temukan Beberapa Fakta Lapangan
Kandidat Juara Mundur, Pemkab Jember Gelar Ulang Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan
Pemkab Jember Petakan Wilayah Krisis Air, Mulai Distribusikan Bantuan ke Desa-Desa
Penanganan Cepat Pemkab Jember Terkait Insiden Dugaan Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis