SketsaNusantara.id - Suara rakyat kembali bergema, masyarakat sipil turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Grahadi Surabaya pada hari Senin, 15 Juni 2026.
Seruan aksi Surabaya Menggugat pun ramai berseliweran di media sosial. Ribuan massa dari berbagai elemen mulai dari buruh, aktivis hingga organisasi kemasyarakatan kembali memadati jantung Kota Pahlawan dalam aksi bertajuk "Rakyat Surabaya Menggugat" dengan menyampaikan sejumlah tuntutan.
Mereka menyoroti program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai membebani anggaran negara hingga mendesak pencabutan UU Polri dan UU TNI yang berpotensi merusak iklim demokrasi di Indonesia.
"Surabaya, kita turun ke jalan hari ini! Seruan aksi rakyat Surabaya Menggugat. Tolak UU Polri RI 2026, UU TNI 2025, MBG Kopdes Merah Putih, Militerisme, tuntut perbaikan ekonomi akibat nilai rupiah dan kenaikan harga BBM," tulis akun Instagram @arek.gerak.
Koordinator Aksi Kamisan Surabaya bersama aliansi rakyat sipil lainnya menilai bahwa kondisi demokrasi, penegakan hukum, dan stabilitas ekonomi nasional saat ini sedang berada di ambang batas yang mengkhawatirkan.
Terlebih, melihat kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah pusat dinilai kian menjauh dari kepentingan rakyat kecil.
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa turunnya mereka ke jalan hari ini membawa mandat murni untuk menyuarakan keresahan publik yang diabaikan di ruang-ruang parlemen.
Berikut 6 poin tuntutan utama yang didesak oleh massa aksi kepada pemerintah dalam aksi Surabaya Menggugat, sebagaimana dihimpun SketsaNusantara.id dari akun Instagram @ini_surabaya dan berbagai sumber.
1. Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih
Massa mendesak pemerintah untuk segera menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Kebijakan ini dinilai tidak mendesak, rentan salah sasaran, dan hanya membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) secara berlebihan di tengah tantangan situasi ekonomi saat nilai rupiah kian melemah.
2. Turunkan Harga BBM
Masyarakat mendesak pemerintah menurunkan harga BBM, mengingat beberapa hari lalu harga Pertamax resmi naik tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Artikel Terkait
RUU TNI Digugat ke Mahkamah Konstitusi Oleh 7 Mahasiswa UI, Prabowo Subianto Tak Jadi Menandatangani?
Jefri Nichol Tuai Pro Kontra Gegara Curhatan Malas Turun ke Jalan di Tengah Ramai Aksi Demo Penolakan RUU TNI
Fedi Nuril Dituding Antek CIA oleh Akun Anonim Gara-Gara Kritik RUU TNI, Balas dengan Santai tapi Menggigit: Halo Grok
Kenaikan Harga BBM dan Pengesahan RUU TNI Disinggung Melanie Subon: 'Nanti Malam Kira-Kira Apa?'
Kenapa Dilarang? BEM UI Ungkap Alasan Ingin Lakukan Aksi Demo di Bundaran HI, Singgung Presiden Mengelak Kritik saat Ekonomi Tak Baik-Baik Saja
Cerita Zaskia Adya Mecca Buka Posko Logistik untuk Dukung Aksi Demo BEM UI: Donasi Mengalir Tanpa Henti dari Rakyat untuk Rakyat