Jumat, 5 Juni 2026

Ni Luh Djelantik Tegas Minta MBG Dihentikan Usai Kasus Korupsi BGN Terungkap, Desak Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Guru dan Hukum Mati Koruptor

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 5 Juni 2026 | 15:30 WIB
Potret Anggota DPD MPR RI Bali, Ni Luh Djelantik, mendesak program MBG diberhentikan usai kasus korupsi BGN terungkap hingga minta pemerintah tegas hukum pelakuseberat-beratnya (Instagram/niludjelantik)
Potret Anggota DPD MPR RI Bali, Ni Luh Djelantik, mendesak program MBG diberhentikan usai kasus korupsi BGN terungkap hingga minta pemerintah tegas hukum pelakuseberat-beratnya (Instagram/niludjelantik)

SketsaNusantara.idAnggota DPD RI, Ni Luh Djelantik kembali melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah program pemerintah setelah terungkapnya kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kritik tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta kasus korupsi yang menyeret sejumlah petinggi BGN.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto belum lama ini mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN beserta kedua wakilnya yakni Sony Sonjaya dan Ludewyk.

Tak lama setelah pencopotan tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026.

Baca Juga: Profil Singkat 3 Eks Petinggi BGN yang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG, Ada yang Hartanya Naik Rp12 M Setahun

Kasus ini pun memicu berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk Ni Luh Djelantik yang selama ini cukup vokal mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah.

Melalui unggahan di akun Instagram, tokoh publik asal Bali yang akrab disapa Mbok Niluh itu menyarankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dihentikan sebagai langkah awal untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"STOP MBG. STOP KDMP. Langkah awal mengembalikan kepercayaan masyarakat dan benahi kondisi Indonesia yang sudah babak belur," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @niluhdjelantik pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam unggahannya, Ni Luh menekankan tujuan utama program MBG adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan yang sehat dan bergizi. 

Ia pun menyarankan agar anggaran diberikan kepada orang tua, kantin sekolah, maupun pemerintah desa agar pengelolaannya lebih sederhana dan tepat sasaran.

Baca Juga: Kronologi Kasus Korupsi Pengelolaan MBG yang Libatkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Kejagung Ungkap 4 Dugaan Mark Up

"Sudah berulang kali Mbok sampaikan, jika ingin anak makan sehat, berikan alokasi anggaran ke orang tua, kantin sekolah, serahkan ke masing-masing desa. Tidak perlu bikin dapur baru dan lain-lain," ujarnya.

Ni Luh juga menekankan pentingnya pengawasan dan audit secara berkala terhadap penggunaan anggaran. Ia meminta agar setiap bentuk penyimpangan ditindak tegas demi memberikan efek jera kepada pelaku.

"Awasi dan audit setiap bulan. Kalau ada penyelewengan langsung dibui vonis maksimal memberikan efek jera. Pastikan tepat sasaran. Sisa makanan, masalah keracu-nan juga bisa dihindari," tuturnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @niluhdjelantik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X