SketsaNusantara.id – Anggota DPD RI, Ni Luh Djelantik kembali melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah program pemerintah setelah terungkapnya kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kritik tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta kasus korupsi yang menyeret sejumlah petinggi BGN.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto belum lama ini mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN beserta kedua wakilnya yakni Sony Sonjaya dan Ludewyk.
Tak lama setelah pencopotan tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026.
Kasus ini pun memicu berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk Ni Luh Djelantik yang selama ini cukup vokal mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah.
Melalui unggahan di akun Instagram, tokoh publik asal Bali yang akrab disapa Mbok Niluh itu menyarankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dihentikan sebagai langkah awal untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
"STOP MBG. STOP KDMP. Langkah awal mengembalikan kepercayaan masyarakat dan benahi kondisi Indonesia yang sudah babak belur," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @niluhdjelantik pada hari Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam unggahannya, Ni Luh menekankan tujuan utama program MBG adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan yang sehat dan bergizi.
Ia pun menyarankan agar anggaran diberikan kepada orang tua, kantin sekolah, maupun pemerintah desa agar pengelolaannya lebih sederhana dan tepat sasaran.
"Sudah berulang kali Mbok sampaikan, jika ingin anak makan sehat, berikan alokasi anggaran ke orang tua, kantin sekolah, serahkan ke masing-masing desa. Tidak perlu bikin dapur baru dan lain-lain," ujarnya.
Ni Luh juga menekankan pentingnya pengawasan dan audit secara berkala terhadap penggunaan anggaran. Ia meminta agar setiap bentuk penyimpangan ditindak tegas demi memberikan efek jera kepada pelaku.
"Awasi dan audit setiap bulan. Kalau ada penyelewengan langsung dibui vonis maksimal memberikan efek jera. Pastikan tepat sasaran. Sisa makanan, masalah keracu-nan juga bisa dihindari," tuturnya.
Artikel Terkait
LHKPN Jadi Sorotan, Segini Harta Kekayaan Nanik S. Deyang yang Resmi Diangkat Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana, Isi Garasinya Curi Perhatian
Sebelum Dicopot dari BGN, Dadan Hindayana Sempat Wacanakan MBG untuk Siswa Indonesia di Arab Saudi
Jejak Kontroversi Nanik S Deyang Disorot Lagi, Kini Ditunjuk Jadi Kepala BGN Pengelola Program Makan Bergizi Nasional
Rangkap Jabatan? Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN dan Masih Tercatat Komisaris Pertamina
Dalam Setahun, Kekayaan Sony Sonjaya Naik Rp12 Miliar Usai Jadi Wakil Kepala BGN, Bisa Punya Tanah di Bandung hingga Purwakarta
Prabowo Beri Peringatan Keras Usai Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Tegaskan Program MBG Bersifat Sakral: Bukan Proyek untuk Perkaya Oknum!