Minggu, 19 Juli 2026

Mengapa Hari Pasar Modal Indonesia Diperingati Setiap 3 Juni? Ternyata Ada Jejak Sejarah Panjang Sejak 1912

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Juni 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi pasar saham di Indonesia. (Dok. BRI )
Ilustrasi pasar saham di Indonesia. (Dok. BRI )

SketsaNusantara.id - Tanggal 3 Juni menjadi salah satu momen penting dalam sejarah ekonomi Indonesia.

Pada tanggal tersebut, masyarakat memperingati Hari Pasar Modal Indonesia yang berkaitan dengan perjalanan panjang perkembangan investasi nasional.

Peringatan ini tidak hanya dikenal oleh pelaku investasi. Hari Pasar Modal Indonesia juga menjadi bagian dari sejarah pertumbuhan ekonomi yang telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda.

Baca Juga: Update IHSG Siang Hari Ini 7 Mei 2026: Kokoh di Zona Hijau, Saham BBRI Jadi Penopang Utama Bursa

Banyak masyarakat mengenal pasar modal melalui aktivitas jual beli saham. Namun, sejarah pasar modal di Indonesia ternyata dimulai jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Berdasarkan berbagai catatan sejarah, pasar modal telah hadir sejak tahun 1912 di Batavia. Saat itu, pemerintah Hindia Belanda mendirikan bursa efek untuk mendukung kepentingan ekonomi kolonial.

Keberadaan pasar modal pada masa tersebut menjadi salah satu sarana penghimpunan dana bagi berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Hindia Belanda. Aktivitas perdagangan efek mulai berkembang meski belum berlangsung secara stabil.

Baca Juga: Berkaca dari Kasus Influencer Belvin Tannadi yang Kena Sanksi OJK, Apa itu Praktik 'Goreng Saham' dan Bagaimana Dampaknya Bagi Masyarakat Luas?

Perjalanan pasar modal Indonesia kemudian mengalami berbagai tantangan. Aktivitas bursa sempat terhenti akibat situasi politik dan dampak Perang Dunia. Perkembangannya juga mengalami pasang surut setelah Indonesia merdeka.

Salah satu tonggak penting terjadi pada 3 Juni 1952. Pada tanggal tersebut, Bursa Efek Jakarta kembali dibuka setelah sebelumnya mengalami masa kevakuman cukup panjang.

Momentum itulah yang kemudian dikenal sebagai dasar peringatan Hari Pasar Modal Indonesia setiap 3 Juni. Tanggal tersebut menjadi simbol aktifnya kembali kegiatan pasar modal di Indonesia.

Dalam perkembangannya, pasar modal terus mengalami perubahan. Berbagai regulasi mulai diterapkan untuk mendukung aktivitas investasi yang lebih teratur dan terstruktur.

Pada era berikutnya, pemerintah membentuk sejumlah lembaga yang bertugas mengawasi dan mengembangkan pasar modal nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sistem perdagangan efek di Indonesia.

Saat ini, pasar modal Indonesia dikenal melalui Bursa Efek Indonesia atau BEI. Lembaga tersebut menjadi pusat aktivitas perdagangan saham, obligasi, reksa dana, dan berbagai instrumen investasi lainnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X