SketsaNusantara.id - Luhut Binsar Pandjaitan tanggapi soal tudingan beberapa pihak yang mengaitkan dirinya dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) itu dengan tegas membantah tudingan kepemilikan saham di TPL yang selama ini ditudingkan kepadanya.
Tudingan itu mencuat sejak isu kerusakan lingkungan ramai jadi perbincangan publik pasca bencana tanah longsor dan banjir bandang yang menyeret kayu gelondongan ke wilayah Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat.
Bencana alam yang merusak lebih dari 30 kabupaten itu memunculkan banyak pertanyaan soal tata kelola hutan.
PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) merupakan perusahaan besar di sektor pulpwood dan penghasil kayu untuk industri bubur kertas, dan menjadi salah satu nama yang disebut-sebut jadi 'dalang' kerusakan ekologis yang memperparah dampak bencana di Sumatera.
Beberapa elemen masyarakat dan aktivis lingkungan dari WALHI Sumut menilai bahwa aktivitas pembukaan lahan, konversi hutan, dan manajemen konsesi perusahaan di kawasan Batang Toru dan Tapanuli berkontribusi terhadap degradasi hutan serta melemahnya daya serap air di daerah hulu sungai.
Selain itu, organisasi lingkungan internasional juga mencatat bahwa deforestasi skala besar terjadi di dalam dan di sekitar konsesi Toba Pulp, termasuk pembukaan hutan alami di wilayah Aek Raja yang merupakan bagian dari wilayah hulu beberapa DAS penting di Tapanuli.
Publik ramai-ramai menautkan nama Luhut dengan perusahaan tersebut. Beredar kabar yang menyebut Luhut memiliki saham di TPL dan bahkan berperan dalam pengambilan keputusan strategis di perusahaan tersebut.
Namun, Luhut dengan tegas tudingan itu. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Luhut menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memiliki saham, afiliasi, ataupun keterlibatan langsung maupun tidak langsung dengan PT Toba Pulp Lestari Tbk.
Mantan Menko Marves itu menjelaskan bahwa satu-satunya saham yang dimilikinya adalah di perusahaan yang ia dirikan sendiri, yaitu PT Toba Sejahtra, termasuk unit usaha batu bara PT Kutai Energi, dan bukan di industri pulp maupun kayu seperti yang dituduhkan.
"Saya tidak pernah punya saham, kecuali di PT Toba Sejahtra, pwrusahaan yang saya buat sendiri," ucap Luhut, dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @luhut.pandjaitan pada hari Rabu, 14 Januari 2026.
"Di perusahaan saya itu ada Kutai Energi. satu-satunya yang punya IUP, yang saya dapat tahun 2003 atau 2004, IUP batu bara di Kutai Kartanegara, ya itu, itulah sampai hari ini milik saya," imbuhnya.
Artikel Terkait
WALHI Beberkan Kerusakan Hutan 2016–2024 di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Ratusan Izin Tambang hingga Proyek Energi Terkait Deforestasi
Detik-Detik Banjir Bandang Hantam Agam Sumatera Barat, Rumah Warga Maninjau Terendam Usai Hujan Deras Seharian
Ramai Teror ke Influencer Usai Kritik Bencana Sumatera, Menteri HAM Tegaskan Negara Bukan Pelaku
Gelombang Teror Influencer Pengkritik Bencana Sumatera, Mahfud MD Tegaskan Negara Wajib Beri Rasa Aman
Pulihkan Trauma Pasca-Bencana, PMI Hadirkan Layanan Psikososial untuk Ratusan Anak Sekolah di Sibolga dan Tapanuli Tengah