Pemerintah memastikan penyesuaian anggaran tidak akan mengganggu distribusi layanan maupun kualitas makanan yang diterima masyarakat. Fokus efisiensi diarahkan pada tata kelola dan optimalisasi penggunaan dana negara agar lebih presisi.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan bahwa langkah penghematan dilakukan sebagai bagian dari strategi penataan ulang manajemen belanja program unggulan pemerintah.
“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” ujar Purbaya.
Ia juga menyebut angka Rp268 triliun masih bersifat sementara karena pemerintah masih melakukan perhitungan lanjutan terkait kebutuhan anggaran MBG sepanjang tahun berjalan.
“268 triliun untuk sementara. Angkanya itu dulu. Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung,” kata Purbaya.
Kebijakan efisiensi ini menjadi sorotan publik karena program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang menyasar pelajar, santri hingga kelompok masyarakat rentan di berbagai daerah. Pemerintah berharap penyesuaian anggaran justru mampu meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
MBG Harus Jalan Terus: Kembalikan Kepercayaan Publik, Kepala BGN dan Jajarannya Legowo mundur!
Menu MBG Perdana di Salah Satu MI di Pasuruan “Garingan” Tanpa Sayur
Ratusan Siswa SD di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Menu Pangsit Isi Tahu dari SPPG Pulogebang Jadi Sorotan
Cegah Stunting Nasional, BGN Instruksikan SPPG Maksimalkan Layanan MBG bagi Ibu Hamil dan Balita
Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Santap Olahan Daging MBG, Operasional SPPG Dihentikan