SketsaNusantara.id - Nama Padang kembali mencuri perhatian dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional. Kota yang dikenal lewat kekayaan kuliner Minangkabau itu kini mulai dipersiapkan menjadi Kota Gastronomi UNESCO.
Langkah awal tersebut ditandai melalui rapat koordinasi resmi antara Indonesian Creative Cities Network (ICCN), Dinas Pariwisata Kota Padang, dan DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Agenda itu menjadi bagian penting dalam menyusun arah pengembangan gastronomi berbasis budaya lokal.
Baca Juga: ICCN dan UNESA Bahas Kolaborasi Strategis di Jakarta, Program S2 Industri Kreatif Jadi Sorotan
Rapat tersebut dihadiri langsung Ketua Umum ICCN Tb. Fiki C. Satari, Sekretaris Eksekutif ICCN Mario Devys, Deputi 1 ICCN Aldi Novi Kurnia Abidin, serta Korda Nanggroe Aceh Darussalam Miswar Ibrahim Njong. Pertemuan juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Nanda Satria dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza bersama jajaran terkait.
Dalam pertemuan itu, ICCN menegaskan bahwa penguatan identitas gastronomi tidak hanya berkaitan dengan makanan khas daerah. Pengembangan gastronomi juga menyentuh sektor budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga pembangunan kota berkelanjutan.
Ketua Umum ICCN, Tb. Fiki C. Satari, menyebut Kota Padang memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai kota gastronomi berbasis budaya lokal.
Menurutnya, warisan kuliner Minangkabau telah lama dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Kota Padang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota gastronomi berbasis budaya lokal dan warisan kuliner Minangkabau yang telah dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional. Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat menyusun langkah strategis, membangun sinergi lintas sektor, serta memperkuat dukungan kebijakan dalam proses pengembangan tersebut," katanya.
Pembahasan dalam rapat turut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, legislatif, komunitas kreatif, akademisi, hingga pelaku UMKM kuliner disebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem gastronomi.
ICCN juga menilai penguatan gastronomi dapat memberi dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Sektor kuliner dianggap mampu menjadi pintu masuk pengembangan pariwisata sekaligus pelestarian budaya lokal.
Selain itu, pengembangan gastronomi dinilai dapat memperkuat identitas Kota Padang di tingkat global. Kuliner khas Minangkabau selama ini telah menjadi salah satu ikon budaya Indonesia yang paling dikenal masyarakat internasional.
Ketua Umum ICCN kembali menegaskan bahwa pengembangan gastronomi harus dibangun melalui ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Kolaborasi Promedia Group dan ICCN Resmi Dimulai, Targetkan Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif di Seluruh Indonesia
ICCN Luncurkan Buku Retrospektif Kota Kreatif Indonesia, Kolaborasi Lebih dari 50 Penulis Rekam Perjalanan Kota Kreatif dari Yogyakarta hingga Blitar
ICCN Buka Pendaftaran IP Kreatif 2026, Dari Ide hingga Produk Siap Komersial Bisa Ikut Program Kolaborasi
Film Pelangi di Mars Tayang Hari Ini 18 Maret 2026, ICCN Ajak Publik Dukung Karya Animasi Anak Bangsa di Bioskop
Buruan Daftar, ICCN Buka Researcher Pool 2026 untuk Akademisi dan Peneliti, Ini Fokus Riset dan Tahapan Lengkapnya