Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk dan alat pengeras suara. Mereka mendesak agar pelaku segera diproses secara hukum. Situasi sempat memanas ketika perwakilan yayasan memberikan penjelasan di hadapan warga.
Ketua yayasan menyatakan bahwa terduga pelaku telah dinonaktifkan dari posisinya. Ia juga menyebut adanya rencana memulangkan para santriwati ke rumah masing-masing. Pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan kemarahan massa.
Aparat keamanan yang berjaga di lokasi akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Proses hukum terhadap kasus ini masih terus berjalan dengan perhatian luas dari berbagai pihak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Status Tanggap Darurat Bencana di Pati Diperpanjang hingga Februari 2026, Puluhan Desa Masih Terdampak Banjir dan Longsor
15 Hari Sawah di Pati Terendam Banjir, 150 Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen
Safari Ramadhan 2026, Sedulur Pati Nusantara Bagikan 500 Santunan Anak Yatim di Jawa Timur
Geger di Pati, Rumah Suami Istri Dirobohkan saat Proses Cerai
Video Truk Sound Horeg Nyaris Terguling di Pati, Mundur di Tanjakan hingga Tabrak Motor dan Kru Terjun