Sabtu, 18 Juli 2026

15 Hari Sawah di Pati Terendam Banjir, 150 Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 25 Januari 2026 | 15:45 WIB
Banjir di Pati belum juga surut. (Jatengprov.go.id)
Banjir di Pati belum juga surut. (Jatengprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, belum menunjukkan tanda surut. Genangan air masih menutup area persawahan warga. Dampaknya dirasakan langsung oleh petani.

Lahan pertanian yang terendam mencapai ratusan hektare. Sawah yang biasanya hijau kini berubah seperti lautan air. Kondisi ini telah berlangsung lebih dari dua pekan.

Sedikitnya 150 hektare sawah terancam gagal panen. Tanaman padi terendam air dalam waktu lama. Petani hanya bisa menunggu banjir surut.

Baca Juga: Fakta di Balik OTT Sudewo, KPK Ungkap Hambatan Awal Membongkar Dugaan Pemerasan di Pati

Banjir telah merendam area persawahan selama 15 hari. Total ada 274 petani yang terdampak. Sebagian besar sawah berada di dataran rendah.

Air yang menggenang menutup seluruh batang padi. Proses pertumbuhan tanaman terganggu. Risiko kerusakan semakin tinggi seiring lamanya genangan.

Para petani telah mengeluarkan biaya produksi sejak awal tanam. Biaya tersebut mencakup benih, pupuk, dan tenaga kerja. Kerugian diperkirakan sulit dipulihkan.

Baca Juga: Kronologi Kasus Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Seret Bupati Sudewo, Korban Diancam hingga Ancaman Hukuman

Harapan masih tersisa jika air segera surut. Sebagian petani menunggu kemungkinan padi masih bisa dipanen. Namun kondisi cuaca belum mendukung.

Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati memperpanjang status tanggap darurat bencana. Perpanjangan dilakukan karena dampak banjir masih meluas. Penanganan dinilai perlu dilanjutkan.

Status tanggap darurat sebelumnya berlaku sejak 9 Januari 2026. Masa itu berakhir pada 23 Januari 2026. Pemerintah kemudian menetapkan tahap kedua.

Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan alasan perpanjangan. Ia menyebut masih ada wilayah terdampak. Risiko bencana juga belum sepenuhnya menurun.

“Perpanjangan ini dilakukan, karena Kabupaten Pati masih terdampak banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah,” ujar Chandra dikutip dari Jatengprov.go.id.

Pada awal penetapan, lebih dari 100 desa terdampak banjir. Hingga kini, jumlah tersebut menurun menjadi sekitar 51 desa. Meski begitu, potensi bencana dinilai masih tinggi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: jatengprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X