3. Menjegah Resiko Pelanggaran
Penempatan gerbong wanita yang terpisah ini memudahkan petugas melakukan kontrol sehingga dapat mencegah perlakuan yang dapat melanggar aturan.
Kini pasca tragedi kecelakaan tersebut, posisi gerbong wanita menjadi pro kontra di tengah masyarakat.
Hal ini pun mendapat respon langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi.
Arifah Fauzi menyadari pertimbangan-pertimbangan pihak KAI menempatkan gerbong wanita di ujung rangkaian.
"Tadi, kalau kami ngobrol dengan KAI, alasan (gerbong perempuan) ditaruh di paling depan dan paling belakang supaya tidak terjadi rebutan," katanya.
Namun setelah kecelakaan maut ini, Arifah Fauzi berharap posisi gerbong wanita berada di tengah.
"Kami mengusulkan agar gerbong perempuan ditempatkan di tengah rangkaian, sementara bagian depan dan belakang untuk penumpang laki-laki," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Viral Aksi Protes Blokir Perlintasan Rel Gegara Kendaraan Warga di Bandar Lampung Tertemper Kereta Api, PT KAI Ingatkan Bahaya yang Mengancam
Geger Blokade Jalur Kereta di Bandar Lampung, Warga Letakkan Rel Bekas, Kini Dilaporkan KAI
Bukan KA Sangkuriang, Inilah Rute Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Total Jarak Tempuh hingga 1.031 KM!
Viral Penumpang Masak Mie Instan dalam Kereta hingga Ditegur KAI, Ini Aturan dan Resiko Bahaya Penggunaan Alat Elektronik Berdaya Tinggi dalam Kereta
5 Fakta Kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi: Berawal dari Taksi Mogok hingga Terjadi Tabrakan Beruntun Antar Kereta, Puluhan Orang Terluka