SketsaNusantara.id - Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan KRL dengan KA Argo Bromo menyisakan pilu mendalam.
Rangkaian kereta khusus wanita di KRL tersebut menjadi korban atas kecelakaan itu.
Puluhan perempuan yang berada dalam gerbong khusus wanita tak bisa menghindari kejadian tersebut.
Posisi gerbong khusus perempuan yang berada di belakang dan depan dalam rangkaian ini lantas menimbulkan pertanyaan.
Dilansir dari akun Instagram @lrt_jabodebek, penempatan gerbong wanita di depan dan belakang rangkaian KA ini bukan tanpa alasan.
Disebutkan bahwa pihaknya memilih menempatkan gerbong wanita di posisi tersebut karena berbagai pertimbangan.
Berikut tiga alasan utama gerbong wanita berada di depan dan belakang rangkaian kereta.
1. Alasan Pengawasan
Dengan diletakkan di ujung rangkaian, diharapkan petugas bisa dengan mudah mengawasi atau memantau secara lebih fokus.
2. Akses Mudah dan Lebih Tertib
Posisi gerbong ini dapat membantu mengatur skema naik-turun penumpang lebih teratur dan tidak tercampur dengan penumpang laki-laki.
Artikel Terkait
Viral Aksi Protes Blokir Perlintasan Rel Gegara Kendaraan Warga di Bandar Lampung Tertemper Kereta Api, PT KAI Ingatkan Bahaya yang Mengancam
Geger Blokade Jalur Kereta di Bandar Lampung, Warga Letakkan Rel Bekas, Kini Dilaporkan KAI
Bukan KA Sangkuriang, Inilah Rute Kereta Api Terpanjang di Indonesia, Total Jarak Tempuh hingga 1.031 KM!
Viral Penumpang Masak Mie Instan dalam Kereta hingga Ditegur KAI, Ini Aturan dan Resiko Bahaya Penggunaan Alat Elektronik Berdaya Tinggi dalam Kereta
5 Fakta Kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi: Berawal dari Taksi Mogok hingga Terjadi Tabrakan Beruntun Antar Kereta, Puluhan Orang Terluka