Kamis, 18 Juni 2026

Update Korban! Dirut PT KAI Bobby Rasyidin Konfirmasi Korban Tragedi Bekasi Timur, 14 Orang Meninggal Dunia dan 84 Luka-Luka

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Selasa, 28 April 2026 | 15:26 WIB
Kecelakaan KRL commuter Line dan KA Bromo Anggrek  (X @NaraSenyap)
Kecelakaan KRL commuter Line dan KA Bromo Anggrek (X @NaraSenyap)

SketsaNusantara.id - Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, merilis data terbaru mengenai jumlah korban dalam kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. 

Berdasarkan data hingga Selasa, 28 April 2026 pukul 08.57 WIB, jumlah korban dilaporkan terus bertambah.

Bobby Rasyidin turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau proses evakuasi dan memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama pihak operator.

Baca Juga: KAI Minta Maaf, Perjalanan Sejumlah Kereta Api Batal Diberangkatkan Dampak Kecelakaan di Bekasi, Penumpang Bisa Refund Tiket Begini Caranya

Dalam keterangan resminya di lokasi kejadian, Bobby Rasyidin mengonfirmasi rincian jumlah korban yang terdampak benturan hebat antara dua rangkaian kereta tersebut.

"Kami mencatat sebanyak 14 orang meninggal dunia. Sementara itu, korban luka-luka mencapai 84 orang yang saat ini telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit rujukan terdekat," ujar Bobby Rasyidin kepada awak media dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Pihak PT KAI menyatakan bahwa sebagian besar korban luka kini tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi, RS Primaya, dan RS Mediros.

Baca Juga: Sejarah KA Argo Bromo Anggrek yang Kecelakaan di Bekasi, Kereta Api Kelas Tertinggi dengan Waktu Tempuh Tercepat

Bobby menegaskan bahwa seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, akan mendapatkan jaminan santunan penuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain fokus pada korban, Bobby Rasyidin juga menjelaskan bahwa tim teknis PT KAI bersama Basarnas telah melakukan evakuasi terhadap korban.

Sedangkan tim teknis PT KAI sedang berusaha keras melakukan evakuasi rangkaian kereta yang ringsek agar jalur perlintasan bisa segera dipulihkan.

Namun, ia mengakui bahwa kerusakan cukup parah pada bagian rangkaian KRL membuat proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama.

"Tidak ada (hasil investigasi) kami PT KAI kemudian Kementrian Perhubungan menyerahkan ke KNKT untuk investigasi lebih dalam," ungkap Bobby Rasyidin.

Terkait penyebab pasti mengapa KA Argo Bromo Anggrek bisa menghantam KRL tujuan Bekasi, Bobby menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi resmi dari tim internal KAI dan KNKT.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X