Sabtu, 18 Juli 2026

Tunjukan Keterbukaan Publik, Bupati Jember Gus Fawait Sampaikan Berbagai Program dan Kebijakan Pemerintah Daerah

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 11 April 2026 | 08:24 WIB
Dialog kebijakan bersama Bupati Jember Gus Fawait. (SS Livestreaming YouTube Wadul Gus'e)
Dialog kebijakan bersama Bupati Jember Gus Fawait. (SS Livestreaming YouTube Wadul Gus'e)

SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember secara tegas memberikan jawaban, atas berbagai polemik dan keraguan yang berkembang di tengah masyarakat saat ini melalui Gus’e Menjawab.

Agenda ini merupakan sebuah tata kelola pemerintahan yang setius, untuk bisa menjelaskan dan memberikan informasi ke publik terkait berbagai program serta kebijakan yang diambil.

Dalam forum yang disaksikan ribuan netizen tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa penggunaan platform digital bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang inklusif dan tanpa jarak.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan hingga Lakukan Mitigasi Bencana Ekstrem

Dia mengatakan, publik memiliki hak penuh untuk memahami landasan di balik setiap kebijakan pemerintah.

"Kami hadir untuk memberikan kepastian, bukan sekadar retorika. Livestreaming ini memastikan informasi sampai ke tangan masyarakat tanpa ada yang ditutup-tupi," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat 10 April 2026 malam.

Diskusi berjalan dinamis dengan melibatkan sejumlah panelis ahli dari kalangan akademisi, praktisi ekonomi, hingga jurnalis senior. Fokus utama pembahasan tertuju pada dua program unggulan yang tengah menjadi sorotan.

Baca Juga: Genjot PAD 2026 dari Retribusi PKL, Pemkab Jember: Masih Opsi dan Perlu Kajian Matang

Mlijo Cinta, program pemberdayaan pedagang sayur keliling ini sempat dipertanyakan efektivitasnya.

"Inisiatif ini bukan sekadar bantuan seremoni, melainkan pembentukan ekosistem yang menghubungkan petani lokal langsung dengan rantai pasar domestik," ulasnya.

Kemudian program Bunga Desaku, menanggapi kritik mengenai urgensi bupati turun ke lapangan di era digital, Gus Fawait menjelaskan bahwa kehadiran fisik di desa sangat krusial untuk memangkas birokrasi.

Baca Juga: Urai Kemacetan di Puger, Pemkab Jember Perpanjang Durasi Operasional Truk Tambang

"Dengan bertemu warga secara langsung, penyelesaian masalah dapat diputuskan secara instan tanpa harus menunggu proses administrasi yang Panjang," katanya.

Selain program unggulan, Gus Fawait juga memaparkan strategi penanganan kemiskinan dan optimalisasi infrastruktur daerah, termasuk pengembangan bandara.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X