Minggu, 19 Juli 2026

Fakta Menarik Space Debris, Sampah Antariksa yang Sering Terlihat Mirip Meteor Jatuh di Langit Indonesia, Keberadaannya Bisa Mengganggu Orbit Bumi?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 6 April 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi space debris atau sampah antariksa yang terbentuk dari pecahan sisa roket atau satelit tak aktif yang bisa mengganggun orbit bumi dan berbahaya jika menghantam daratan (Freepik/brgfx)
Ilustrasi space debris atau sampah antariksa yang terbentuk dari pecahan sisa roket atau satelit tak aktif yang bisa mengganggun orbit bumi dan berbahaya jika menghantam daratan (Freepik/brgfx)

2. Space Debris Meluncur Masuk ke Atmosfer Bumi dengan Kecepatan Tinggi

Ketika masuk ke atmosfer bumi, sampah antariksa ini mungkin terlihat meluncur melambat menuju permukaan.

Sampah antariksa bisa bergerak hingga 8 km per detik atau sekitar 28.000 km/jam, bahkan dalam kondisi tertentu, kecepatan tabrakan bisa mencapai 15 km per detik, jauh lebih cepat dari peluru.

3. Lebih Banyak yang 'Mati' daripada Aktif

Lebih dari separuh satelit yang berada di orbit Bumi saat ini sebenarnya sudah tidak aktif lagi, menjadi sampah luar angkasa yang bisa menjadi ancaman tak terkendali jika menghantam permukaan bumi.

Ilmuwan mengkhawatirkan terjadinya Sindrom Kessler, yaitu kondisi ketika jumlah sampah terlalu banyak sehingga terjadi tabrakan antar puing yang menciptakan lebih banyak serpihan baru secara berantai hingga orbit Bumi menjadi berbahaya untuk digunakan.

Baca Juga: Heboh Benda Bercahaya Terang Disertai Dentuman Keras Diduga Meteor Jatuh di Langit Cirebon, Begini Tanggapan BMKG hingga Penjelasan dari Peneliti BRIN

4. Bentuknya Beragam: Ada yang Beratnya Lebih dari 1 Ton

Tidak hanya satelit non aktif, jenis sampah antariksa bentuknya beragam. Ada yang berupa serpihan kecil seperti cat roket hingga pecahan potongan logam raksasa, bahkan ada yang bentuknya cukup besar dengan berat lebih dari 1 ton.

5. Sering Terlihat Melintas di Langit Indonesia

Menariknya, Indonesia termasuk wilayah yang cukup sering dilintasi sampah antariksa karena berada di garis khatulistiwa yang diketahui sebagai jalur strategis orbit satelit dan roket.

Tak heran, fenomena seperti di Lampung bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, sampah antariksa terlihat melintas dan terlihat di langit Yogyakarta hingga Jawa Barat tahun 2025.

Banyak orang keliru mengira sampah antariksa sebagai meteor. Keduanya memang terlihat mirip karena sama-sama menghasilkan cahaya saat memasuki atmosfer.

Baca Juga: Unik! 7 Fenomena Antariksa Akan Menghiasi Langit Ramadhan 2026, Ada Parade Planet hingga Gerhana Bulan Total, Bisa Diamati dari Indonesia?

Meski kecepatannya lebih lambat dibanding meteor, sampah antariksa tetap menghasilkan jejak cahaya terang yang bisa terlihat jelas dari Bumi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: brin.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X