SketsaNusantara.id - Fenomena Gerhana Bulan Total. (GBT) akan berlangsung pada 3 Maret 2026.
Fenomena ini bisa disaksikan langsung oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Belakangan, fenomena ini juga kerap dikenal dengan sebutan Blood Moon atau Bulan Merah Darah.
Istilah ini muncul lantaran Gerhana Bulan Total adalah satu-satunya fenomena astromoni di mana Blood Moon bisa terjadi.
Blood Moon sendiri muncul selama fase totalitas, yakni di mana bulan sepenuhnya berada dalam bayangan atau umbra bumi.
Penyebutan Blood Moon muncul lantaran fenomena warna merah yang muncul saat fase totalitas Gerhana Bulan Total.
Lantas apa yang menyebabkan bulan jadi berwarna merah bak darah saat fase tersebut terjadi?
Dikutip dari laman resmi BRIN, rona merah dramatis muncul saat bayangan bumi sepenuhnya menutupi permukaan bulan purnama.
Peneliti Ahli Utama BRIN bidang Astronomi dan Astrofisika, Prof. Thomas Djamaluddin menjelaskan, penyebab terjadinya Blood Moon yakni pembiasan cahaya matahari.
Atmosfir bumi menyaring cahaya biru yang masuk dan menyebabkan hanya cahaya merah yang mencapai bulan, sehingga menimbulkan efek warna merah.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Sendiri di Rumah, Lengkap Niat, Bacaan, dan Urutannya
Artikel Terkait
Felix Siauw Pertanyakan Konsep Prabowo Jadi Mediator Israel-AS vs Iran, Singgung Board of Peace hingga Desak Indonesia Mundur dari Dewan Keamanan
Atasi Kelumpuhan Birokrasi, DPMD Jember Dorong Pemdes Patemon Terbitkan Perkades APBDes
Geger! Warga Temukan Benda-Benda Mencurigakan Diduga Sarana Ritual di Pantai Watu Ulo Jember
Berpulang di Usia 90 Tahun, Terungkap Peran Penting Try Sutrisno di Balik Reformasi 1998
Data 22 Ribu Penerima Insentif Guru Ngaji Hampir Rampung, Legislator PDI Perjuangan Dorong Segera Pencairannya
Situasi Timur Tengah Memanas, Kemlu Intensif Pantau 519.042 WNI dan Siapkan Skenario Darurat