SketsaNusantara.id - Dugaan penelantaran oleh maskapai Super Air Jet terhadap 29 santri menjadi viral di media sosial.
Peristiwa ini terjadi saat rombongan santri hendak melakukan penerbangan dari Pangkalpinang menuju Jakarta pada Kamis, 2 April 2026.
Kasus ini menyita perhatian publik setelah diketahui para santri tersebut telah memiliki boarding pass. Namun, mereka tetap tidak diperkenankan naik ke pesawat dengan alasan keterlambatan.
Rombongan santri tersebut berasal dari Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Pasuruan. Total ada 72 santri yang dijadwalkan terbang, tetapi 29 di antaranya tertinggal.
Menanggapi viralnya isu tersebut, pihak Super Air Jet memberikan penjelasan resmi terkait kronologi kejadian. Penjelasan ini disampaikan oleh Corporate Communications Strategic Super Air Jet, Danang Mandala Prihantoro.
Ia menyebutkan bahwa rombongan yang tertinggal tidak melapor ke ruang tunggu sesuai waktu yang telah ditentukan. Dalam aturan penerbangan domestik, ruang tunggu akan ditutup beberapa menit sebelum keberangkatan.
“Ketentuan ini berlaku untuk menjaga ketertiban, ketepatan waktu, serta keselamatan penerbangan,” ungkap Danang.
Pihak maskapai juga memaparkan data kronologi berdasarkan rekaman CCTV di bandara. Rombongan santri disebut tiba di bandara pada pukul 06.31 WIB.
Proses check-in baru dimulai pada pukul 07.13 WIB. Setelah itu, boarding dimulai pada pukul 07.27 WIB dan pengumuman keberangkatan dilakukan pukul 07.32 WIB.
Selanjutnya, rombongan santri baru memasuki proses pemeriksaan keamanan atau security check pada pukul 07.47 WIB. Proses ini berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 WIB.
Sementara itu, ruang tunggu keberangkatan sudah ditutup pada pukul 07.58 WIB. Rombongan santri baru tiba di ruang tunggu pada pukul 08.07 WIB.
Dengan kondisi tersebut, mereka dinyatakan tidak hadir di ruang tunggu atau no show gate. Hal ini membuat mereka tidak dapat melanjutkan penerbangan meski telah memiliki boarding pass.
Artikel Terkait
Festival Film Santri Hadir Perdana di Surabaya, Angkat Tema 'Iqra' untuk Baca Zaman, Rayakan Keislaman Lewat Bahasa Sinema
Beri Sambutan Hari Santri, Presiden Prabowo Kenang Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari, Serukan Santri Jaga Moral dan Pelopori Kemajuan Bangsa
Kado Terindah Hari Santri, Presiden Prabowo Restui Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren, Apa Fungsinya?
Tutup Peringatan Hari Santri, Ormas di Nganjuk Gelar Khatmil Qur'an Serentak di 30 Desa
Atap Asrama Ponpes Roboh, Pemkab Situbondo Gerak Cepat EvakuasiĀ Korban Santri dan Percepat Pemulihan Pondok