Kamis, 4 Juni 2026

Tutup Peringatan Hari Santri, Ormas di Nganjuk Gelar Khatmil Qur'an Serentak di 30 Desa

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Senin, 27 Oktober 2025 | 22:15 WIB
Pengurus Muslimat di salah satu desa di Kecamatan Rejoso, Nganjuk sedang menyelesaikan pembacaan Al Quran.  (SketsaNusantara.id)
Pengurus Muslimat di salah satu desa di Kecamatan Rejoso, Nganjuk sedang menyelesaikan pembacaan Al Quran. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025 di Kecamatan Rejoso, Nganjuk ditutup dengan khatmil Qur'an. Acara digelar secara serentak di 30 ranting Muslimat NU.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Rejoso, Rofi'atun mengatakan, penutup rangkaian HSN tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Khatmil Qur'an biasanya diadakan di Kantor MWC NU Rejoso. "Khusus tahun ini diadakan di masing-masing ranting Muslimat NU se-Kecamatan Rejoso," ujarnya, Senin 27 Oktober 2025.

Tujuan khotmil Qur'an ini, lanjutnya, adalah untuk syiar Muslimat NU. "Serta berdoa untuk semua pejuang agama lslam dan kemerdekaan bangsa lndonesia," imbuhnya.

Baca Juga: Tembang Macapat Jawa Tengah vs Yogyakarta: Sama-Sama Merdu, Tapi Kenapa Rasanya Beda?

Rutinitas setiap tahun memperingati HSN dengan khatmil Qur'an ini diapresiasi Ketua Tanfidziyah MWC NU Rejoso Kiai Imam Hartoyo. "Peringatan Hari Santri adalah untuk mengenang dan menghormati peran besar para santri dan kiai dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan. Terima kasih untuk Muslimat NU Rejoso yang mewujudkannya dengan rutinan khatmil Qur'an," ujarnya.

Dirinya berharap tujuan yang diinginkan Muslimat NU tercapai. "Dengan barokahnya peringatan Hari Santri Nasional dan khatmil Qur'an, semoga dapat menumbuhkan kecintaannya kepada kiai dan bangga menjadi santri," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kiai Rohmatuddin. Pengasuh pengajian kitab Risalah Hujjah Aswaja di PAC Muslimat NU Rejoso ini berharap rutinitas khatmil Qur'an saat HSN bisa diwariskan ke anak cucu. "Karena mereka penerus perjuangan para kiai dan santri NU ke depan," ujarnya.

Baca Juga: Ketika Alkitab Dipentaskan dalam Bahasa Dalang: Kisah Unik Wayang Wahyu di Jawa

Sedangkan Ustadz Watidjo, Wakil Ketua MWCNU Rejoso, juga mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Muslimat NU Rejoso ini. "Apalagi tahun ini diadakan serentak di 30 ranting se Kecamatan Rejoso," ujarnya.

Syiar perjuangan NU, lanjutnya, akan lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat luas saat digelar khatmil Qur'an. "Karena memang al-Qur'an selalu membawa berkah," imbuhnya.

Khatmil Qur'an serentak di 30 ranting Muslimat ini digelar di berbagai macam lokasi. Mulai di masjid, mushola maupun rumah pribadi anggota Muslimat NU.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!  

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X