Kamis, 4 Juni 2026

Beri Sambutan Hari Santri, Presiden Prabowo Kenang Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari, Serukan Santri Jaga Moral dan Pelopori Kemajuan Bangsa

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 19:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto beri sambutan Hari Santri Nasional  (YouTube Sekretariat Presiden )
Presiden Prabowo Subianto beri sambutan Hari Santri Nasional (YouTube Sekretariat Presiden )

SketsaNusantara.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto beri sambutan pada Puncak Peringatan Hari Santri 24 Oktober 2025 atau tahun 1447 Hijriah.

Pada kesempatan ini Prabowo menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada para santri, santriwati, hingga pondok pesantren seluruh Indonesia.

"Dihari santri ini kita mengenang semangat santri dengan ilmu, iman dan takwa dan cinta tanah air, turut merebut kemerdekaan Indonesia," tegas Prabowo dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Festival Film Santri Hadir Perdana di Surabaya, Angkat Tema 'Iqra' untuk Baca Zaman, Rayakan Keislaman Lewat Bahasa Sinema

"Kita tidak boleh lupa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 atau 1068 Hijriah yang digelorakan oleh KH Hasyim Asy'ari adalah tonggak penting dalam sejarah bangsa," imbuhnya.

Prabowo menyebutkan jika santri memiliki sejarah penting sebagai tonggak sejarah perjalanan menuju Indonesia merdeka, berdaulat dan bermartabat.

Untuk itu Prabowo menyerukan kepada seluruh santri di tanah air untuk tidak pernah melupakan semangat heroik Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digelorakan oleh KH Hasyim Asy'ari. 

Baca Juga: Tanamkan Pesan Mendalam di Hari Santri, Gus Fawait: Amalkan Ajaran Kiai Jadi Santri Berkualitas Tanpa Narkoba

Dengan mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia", Presiden Prabowo menegaskan bahwa Resolusi Jihad merupakan tonggak sejarah yang membuktikan bahwa semangat keislaman dan nasionalisme telah menyatu dalam diri santri dan ulama untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa penetapan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober bertujuan untuk meneladani semangat juang para pendahulu yang rela berkorban demi bangsa dan negara.

Menurutnya, santri saat ini memiliki peran ganda yang sangat strategis yakni menjaga moral bangsa dan juga menjadi pelopor kemajuan dengan menguasai ilmu agama sekaligus ilmu dunia yang berakhlak.

Sebab itu Presiden mengajak para santri untuk terus memegang teguh nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan cinta tanah air, sebagaimana yang dicontohkan oleh para kiai dan ulama pejuang. 

Menurut Presiden Prabowo, semangat jihad kini harus diartikan sebagai perjuangan melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan dengan mengandalkan ilmu pengetahuan dan karya.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube Sekretariat Presiden

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X