Abdul Hadi juga mengaku telah berupaya menanyakan progres laporannya kepada KPK.
Namun, ia menyebut bahwa informasi terkait penanganan perkara hanya bisa diperoleh melalui Direktorat Pengaduan Masyarakat dan bersifat tertutup.
"Arahan dari penyidik KPK dan juru bicara KPK, serahkan dan percayakan kepada APH dalam hal ini penyidik KPK," tambahnya.
Sementara itu, tim redaksi telah mencoba mengonfirmasi perkembangan penanganan dugaan korupsi Wasbang DPRD Jatim ini kepada juru bicara KPK, Budi Prasetyo, melalui pesan singkat WhatsApp.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons yang diberikan.
Diketahui, Zeiniye bersama dua orang lainnya berinisial UF dan SD dilaporkan ke KPK sejak Maret 2024.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran program workshop Wawasan Kebangsaan DPRD Jawa Timur tahun anggaran 2023 di wilayah Situbondo.
Total anggaran kegiatan Workshop Wasbang tersebut tercatat mencapai Rp1.261.460.000.
Dana itu disebut dicairkan secara bertahap sebanyak lima kali dengan menggunakan Pokmas Srikandi Situbondo sebagai pelaksana kegiatan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Tanah Bergerak di Tegal Bikin Rumah Retak dan SMA Roboh, Ribuan Warga Mengungsi, Gubernur Jateng Janji Relokasi Gratis
Mobil MBG Tabrak Pagar SD di Clampar kebumen, Sopir Ngamuk hingga Gigit Jari Warga yang Hendak Menolong
Mahasiswa Asal Jember yang Jadi Korban Begal di Lumajang Meninggal Dunia, Sempat Dirawat Dirawat di RSUD dr. Haryoto
Cuaca Ekstrem Terjang dan Longsor di Jember Akibatkan Rumah Roboh
Pamer Kartu Bhayangkari Saat Razia, Istri Polisi Viral hinggw Minta Maaf: Saya Tidak Bermaksud...
Kelebihan Muatan, Perahu Pengangkut Sound Horeg untuk Tradisi Nyadran di Sidoarjo Tenggelam di Sungai