Kamis, 4 Juni 2026

Tanah Bergerak di Tegal Bikin Rumah Retak dan SMA Roboh, Ribuan Warga Mengungsi, Gubernur Jateng Janji Relokasi Gratis

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi tanah bergerak di Tegal, Jawa Tengah. (Pexels/Charl Durand)
Ilustrasi tanah bergerak di Tegal, Jawa Tengah. (Pexels/Charl Durand)

SketsaNusantara.id - Tanah bergerak terjadi di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, sejak Senin malam, 2 Februari 2026. Peristiwa tersebut memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.

Kondisi tanah yang tidak stabil membuat rumah-rumah warga mengalami retak. Kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Aktivitas warga pun terganggu karena rasa khawatir akan potensi longsor susulan.

Dampak terparah terjadi pada bangunan SMA milik Pondok Pesantren Al-Adalah. Sekolah tersebut roboh pada Selasa malam, 3 Februari 2026, setelah tanah di bawah bangunan terus bergerak.

Baca Juga: 34 Gempa Susulan Guncang Pacitan, Anggota DPD RI Lia Istifhama Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana di Selatan Jawa

Saat peristiwa berlangsung, sebagian warga sempat bertahan di dalam rumah. Namun, kondisi yang semakin memburuk memaksa mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kekhawatiran warga terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @w.mustiko. Salah satu warga mengungkapkan ketakutannya saat rumah terus bergerak.

“Ini rumahnya kayak jungkir balik, kalau malam-malam rasanya was-was,” ucap warga tersebut dalam video yang dikutip Sabtu, 7 Februari 2026.

Baca Juga: Penjelasan BMKG Terkait Gempa 6,4 SR yang Mengguncang Pacitan: Termasuk Megathrust Jawa dan Tidak Berpotensi Tsunami hingga Terjadinya Gempa Susulan

Warga lainnya menyebut retakan tanah semakin melebar. Kondisi itu membuat mereka memilih keluar rumah dan mengamankan diri.

“Ya takut terus pada lari. Tanah retaknya udah lebar, kalau hujan sekali lagi udah ini langsung parah,” imbuhnya.

Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat. Langkah tersebut dilakukan demi keselamatan keluarga, terutama anak-anak dan lansia.

“Gimana lagi, dalam rumah udah lebar-lebar (retaknya). Kali ini memang parah,” sambung warga tersebut.

Cerita mencekam juga datang dari warga lain yang tembok rumahnya runtuh. Kejadian itu berlangsung tiba-tiba saat malam hari.

“Jam sembilan malam saya keluar, tembok sudah hancur semua. Tanah sudah merembes ke bawah, diinjak saja sudah tidak bisa,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X