Minggu, 19 Juli 2026

Penjelasan BMKG Terkait Gempa 6,4 SR yang Mengguncang Pacitan: Termasuk Megathrust Jawa dan Tidak Berpotensi Tsunami hingga Terjadinya Gempa Susulan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 6 Februari 2026 | 13:34 WIB
Analisis BMKG terkait gempa 6,4 SR yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur ternyata tergolong megathrust dan tak berpotensi terjadi tsunami (Instagram/infobmkg)
Analisis BMKG terkait gempa 6,4 SR yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur ternyata tergolong megathrust dan tak berpotensi terjadi tsunami (Instagram/infobmkg)

SketsaNusantara.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat biacar mengenai gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 SR (skala richter) yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur pada hari Jumat, 6 Februari 2026.

BMKG mencatat terjadinya gempa sekitar pukul 01:06 WIB dini hari dengan episenter atau pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,98° LS dan 111,18° BT, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 89 km arah Tenggara Kota Pacitan, Jawa Timur dengan kedalaman 58 km.

Gempa bumi ini masih santer jadi perbincangan publik. Sejumlah rekaman CCTV yang menunjukkan kondisi saat terjadi gempa beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Gempa 6,4 Magnitudo Pacitan Terasa Hingga Jember, BPBD Pastikan Kondisi Wilayah Aman

Guncangan gempa sempat membuat warga panik dan berlarian ke luar rumah. Tak hanya di Pacitan, Jawa Timur, getaran gempa ini juga dirasakan di berbagai daerah termasuk di Bantul, Sleman, hingga Surakarta, dan Jepara, Jawa Tengah.

BMKG menyebut gempa yang mengguncang Pacitan termasuk dalam megathrust Jawa. Hal ini terlihat dari mekanisme sumber berupa pergerakan naik dengan kedalaman dangkal yang menjadi ciri khas gempa pada zona subduksi megathrust selatan Jawa.

Meski begitu, berdasarkan hasil permodelan BMKG diketahui bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa.

Baca Juga: 5 Fakta Gempa Pacitan yang Terasa hingga Bali dan Yogyakarta, Pernyataan BMKG, Penyebab serta Dampak Kerusakan

"Gempa Pacitan tadi pagi jenis gempa Megathrust, yang tergambar dari mekanisme sumbernya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal," ungkap Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, dikutip SketsaNusantara.id dari pernyataan tertulis yang diunggah di akun X @daryonobmkg pada hari Jumat, 6 Februari 2026.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa Pacitan pagi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Patut disyukuri bahwa gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena jika itu terjadi dapat berpotensi tsunami," tuturnya.

Dalam unggahannya, Daryono menjelaskan mengenai mekanisme gempa di Pacitan yang merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

Baca Juga: Menghadapi Ancaman Megathrust, Sibat PMI Jember Lakukan Reboisasi dan Sosialisasi Mitigasi di Pesisir Selatan

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Pacitan tadi pagi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," terangnya.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) dengan magnitudo 6,2 SR," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: bmkg.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X