Minggu, 19 Juli 2026

Gunung Semeru Kembali Aktif dengan 30 Gempa Letusan, Zona Rawan Diperluas hingga 17 Kilometer

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 12 Januari 2026 | 06:30 WIB
Ilustrasi - Gunung Semeru. (X/pvmbg_)
Ilustrasi - Gunung Semeru. (X/pvmbg_)

SketsaNusantara.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Dalam enam jam pengamatan, puluhan gempa letusan terekam. Aktivitas tersebut terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini berada di perbatasan Lumajang dan Malang. Data pengamatan dicatat sejak pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.

Selain gempa letusan, terdeteksi pula getaran banjir.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan hasil pemantauan aktivitas gunung api tersebut.

Baca Juga: Semeru Masuk Fase Stabil dan Status Diturunkan: Penjelasan Lengkap Badan Geologi dan Rangkuman Risiko Vulkanik yang Masih Terpantau

Ia menyebutkan jumlah gempa letusan yang terjadi cukup signifikan dalam periode singkat.

“Selama enam jam terakhir tercatat Semeru mengalami 30 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 15-22 mm, dan lama gempa 76-136 detik,” kata Mukdas Sofian.

Selain gempa letusan, tercatat satu kali gempa embusan. Amplitudo gempa embusan tersebut relatif kecil dibandingkan gempa erupsi. Durasi getaran tercatat kurang dari satu menit.

Baca Juga: Jatim Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Dampak Erupsi Gunung Semeru

Dalam periode yang sama, juga terekam satu kali gempa tektonik jauh. Gempa tersebut memiliki selisih waktu gelombang S dan P cukup jelas. Aktivitas ini menunjukkan dinamika kegempaan sekitar Gunung Semeru.

Petugas juga mencatat satu kali getaran banjir. Getaran tersebut memiliki amplitudo cukup besar dan durasi sangat panjang. Fenomena ini menandakan adanya aliran material di jalur sungai.

“Semeru juga mengalami satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8 mm, S-P 18 detik dan lama gempa 38 detik, serta 1 kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 35 mm, dan lama gempa 6.120 detik,” tuturnya.

Secara visual, puncak Gunung Semeru tertutup kabut. Kondisi pengamatan berada pada tingkat kabut rendah hingga sedang. Asap kawah tidak teramati selama periode tersebut.

Cuaca di sekitar gunung dilaporkan mendung hingga hujan. Arah angin terpantau lemah menuju selatan. Kondisi ini mempengaruhi jarak pandang pengamatan visual.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X