Mukdas menjelaskan status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan.
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara. Area tersebut meliputi sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Larangan ini berkaitan dengan potensi aliran awan panas.
Di luar jarak tersebut, warga diminta menjauhi sempadan sungai. Jarak aman minimal 500 meter dari tepi sungai. Potensi perluasan awan panas dan lahar dapat mencapai 17 kilometer.
Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah. Area tersebut rawan terhadap lontaran material pijar. Risiko bahaya meningkat saat aktivitas erupsi berlangsung.
PVMBG mengingatkan potensi awan panas dan guguran lava. Aliran lahar juga berpotensi terjadi di sungai berhulu Semeru. Jalur rawan meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Selain itu, sungai kecil yang menjadi anak Besuk Kobokan juga perlu diwaspadai. Masyarakat diminta terus mengikuti informasi resmi. Pemantauan aktivitas Gunung Semeru masih terus dilakukan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Beneran atau Cuma Settingan? Heboh Beredar Video Warga Kerasukan Pasca Lumajang Diterjang Awan Panas, Pesan Misterius 'Penunggu' Semeru Jadi Sorotan
Naikkan Status Awas, Badan Geologi Larang Keras Masyarakat Sekadar Ambil Konten di Radius 8 km Puncak Gunung Semeru
Erupsi Semeru Masih Aktif 36–45 Kali per 12 Jam, Warga Diminta Jauhi Zona Merah karena Ancaman Lahar Dingin
Data Terbaru Erupsi Semeru: Awan Panas 7 Km, 157 Gempa, dan Peringatan Resmi Soal Bahaya di Radius 20 Km dari Puncak Gunung
Penjelasan Pemkab Lumajang Soal Donasi Resmi, Pengungsian Liar, dan Pemenuhan Logistik bagi Ratusan Pengungsi Erupsi Semeru