Minggu, 19 Juli 2026

Data Terbaru Erupsi Semeru: Awan Panas 7 Km, 157 Gempa, dan Peringatan Resmi Soal Bahaya di Radius 20 Km dari Puncak Gunung

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 22 November 2025 | 17:15 WIB
Lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Semeru Lumajang. (lumajangkab.go.id)
Lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Semeru Lumajang. (lumajangkab.go.id)

SketsaNusantara.id - Gunung Semeru di Lumajang kembali menunjukkan aktivitas tinggi pada Sabtu, 22 November 2025.

Badan Geologi Kementerian ESDM memperluas zona bahaya di sektor rawan setelah kondisi gunung memperlihatkan tanda erupsi berkelanjutan.

Jalur Besuk Kobokan hingga radius 20 kilometer kini ditetapkan sebagai area terlarang.

Baca Juga: Naikkan Status Awas, Badan Geologi Larang Keras Masyarakat Sekadar Ambil Konten di Radius 8 km Puncak Gunung Semeru

Batas ini diberlakukan karena potensi awan panas dan aliran lahar masih sangat mungkin muncul. Pada Sabtu dini hari, Semeru mengeluarkan asap putih setinggi sekitar 1.000 meter dari kawah.

Rekaman CCTV memperlihatkan lava pijar yang meluncur dari puncak dengan suara letusan yang terus terdengar hingga wilayah lereng.

Cahaya merah yang terlihat jelas pada malam hari menunjukkan aktivitas permukaan yang masih berlangsung.

Baca Juga: Beneran atau Cuma Settingan? Heboh Beredar Video Warga Kerasukan Pasca Lumajang Diterjang Awan Panas, Pesan Misterius 'Penunggu' Semeru Jadi Sorotan

Indikasi tersebut membuat Badan Geologi menegaskan kembali pentingnya jarak aman di seluruh sektor berisiko tinggi.

Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Semeru Badan Geologi, Yasa Suparman, menyampaikan imbauan pergerakan warga.

“Semeru masih dalam aktivitas erupsi yang berbahaya. Kemarin masih terjadi awan panas, gempa letusan, dan banjir lahar,” kata Yasa pada Sabtu, 22 November 2025. Imbauan ini diberikan untuk memastikan masyarakat tetap berada di luar wilayah terlarang.

Pada Jumat, 21 November 2025, laporan Badan Geologi menunjukkan visual Semeru masih terpantau meski tertutup kabut sesekali.

Asap kawah muncul berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kegiatan kegempaan meningkat tajam, dengan catatan 157 gempa letusan. Durasi gempanya antara 58 hingga 185 detik, dengan amplitudo 10 hingga 22 milimeter.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X