SketsaNusantara.id - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengge Semeru resmi menutup jalur pendakian pasca Gunung Semeru erupsi.
Penutupan jalur pendakian tersebut dilakukan tak lama setelah adanya laporan meningkatkan aktivitas vulkanik di gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.
Meski demikian, sejumlah pendaki dikabar terjebak di area Ranu Kumbolo saat erupsi terjadi.
Sebanyak 178 pendaki dilaporkan masih berada di Ranu Kumbolo ketika Semeru erupsi pada Rabu sore, 19 November 2025.
Informasi terbaru pada Minggu pagi, 20 November 2025, para pendaki yang berada di Ranu Kumbolo dikabarkan berada dalam kondisi aman.
Video dari akun TikTok @jasadokumentasi.bromo yang diunggah ulang akun Instagram @explorejember memperlihatkan kondisi para pendaki pada Kamis pagi.
“Situasi di Ranu Kumbolo pada 20 November 2025 terpantau aman setelah erupsi Gunung Semeru,” tulis akun @explorejember.
Sementara itu kabar terbaru menyebutkan rombongan pertama pendaki yang terjebak di Ranu Kumbolo telah tiba di basecamp Ranu Pani.
Kabar tersebut disampaikan pihak Balai Besar TNBTS lewat akun Instagramnya.
“Kloter pertama pendaki telah kembali dari Ranu Kumbolo dan tiba dengan selamat di Ranupani,” tulis akun @bbtnbromotenggersemeru.
Artikel Terkait
Kasus Ijazah Jokowi Masih Berlanjut, Mahfud MD Sebut Harus Ada Pembuktian Keaslian Sebelum Perkara Roy Suryo Diproses
SMKN 4 Jember Terima Paket Siaga Bencana dari JRCS–PMI, Ini Manfaatnya bagi Kesiapsiagaan Sekolah Hadapi Ancaman Alam
Antisipasi Terjadinya Abrasi, Unej dan Pemkab Situbondo Tanam Bibit Mangrove: Potensi Besar Jadi Ekowisata
Bupati Probolinggo Sidak Jalan Rusak Akibat Pembangunan Tol, Desak Kontraktor Segera Tuntaskan Perbaikan
Misteri di Balik Panggung Miss Universe 2025, Mengapa Sanly Liu Urung Pakai National Costume 'Calon Arang'?
Perkuat Penanganan Bencana, PMI Jember Berangkatkan 3 Relawan Terlatih untuk Pemetaan Dampak Erupsi Gunung Semeru