SketsaNusantara.id - Miss Universe Indonesia 2025, Sanly Liu, berhasil memukau publik internasional dengan penampilan National Costume yang megah dan penuh filosofi dengan tema Bali Yadnya: The Eternal Offering of Devotion.
Namun, sorotan kemudian datang dari warganet yang mengetahui bahwa telah ada pergantian tema kostum yang dilakukan secara mendadak.
Semula pihak Sanly Liu dikabarkan akan membawakan kostum bertema Calon Arang: the sacred wrath of Calon Arang, rancangan desainer asal Bali I Nyoman Inggi Kendran.
Namun akhirnya Sanly Liu melangkah di panggung dunia tersebut dengan kostum nasional "Bali Yadnya: The Eternal Offering of Devotion" dengan desainer yang sama.
Pergantian drastis ini sontak memicu spekulasi luas dari warganet yang mengetahui perubahan secara mendadak tersebut.
Sebagian menyatakan bahwa perubahan tersebut merupakan hal biasa, untuk memberikan kejutan di ajang tersebut sebab toh pada akhirnya Sanly tetap menggunakan national costume dari Bali meski dengan tema yang berbeda.
Namun beberapa warganet memandang pergantian kostum ini terkait sensitivitas dan potensi risiko representasi mitologi Calon Arang di mata dunia.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari laman isi-dps.ac.id, kostum Calon Arang dikatakan tidak bisa digunakan secara sembarangan.
Sebab kostum ini ada kaitan erat dengan ritual sakral, unsur mistis, serta kepercayaan mendalam budaya Hindu Bali sehingga penggunaannya memiliki aturan ketat serta pantangan tertentu.
Tokoh seperti Calon Arang sering kali disajikan dalam tarian sakral dengan nilai spiritual dan magis yang tinggi.
Sehingga ada kekhawatiran bahwa representasi yang terlalu disederhanakan atau diakomodifikasi dalam bentuk kostum panggung dapat dianggap melecehkan atau merusak kesakralan warisan budaya tersebut.
Artikel Terkait
Wakapolri Akui Respons Polisi Masih Lamban, Sadari Warga Lebih Percaya ke Damkar
Kasus Ijazah Jokowi Masih Berlanjut, Mahfud MD Sebut Harus Ada Pembuktian Keaslian Sebelum Perkara Roy Suryo Diproses
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2000 Meter
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Luncurkan Awan Panas Hingga 5 Kilometer, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada
SMKN 4 Jember Terima Paket Siaga Bencana dari JRCS–PMI, Ini Manfaatnya bagi Kesiapsiagaan Sekolah Hadapi Ancaman Alam
Antisipasi Terjadinya Abrasi, Unej dan Pemkab Situbondo Tanam Bibit Mangrove: Potensi Besar Jadi Ekowisata
Bupati Probolinggo Sidak Jalan Rusak Akibat Pembangunan Tol, Desak Kontraktor Segera Tuntaskan Perbaikan