Kamis, 4 Juni 2026

Menguak Makna 'Bali Yadnya', National Costume Sanly Liu di Ajang Miss Universe 2025, Wujud Spiritualitas Bali Naik ke Panggung Dunia

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 19 November 2025 | 20:45 WIB
Sanly Liu dalam balutan National Costume Miss universe 2025 (Instagram @sanlyliuu)
Sanly Liu dalam balutan National Costume Miss universe 2025 (Instagram @sanlyliuu)

SketsaNusantara.id – Panggung Miss Universe 2025 disinari aura sakral ketika perwakilan Indonesia, Sanly Liu, tampil membawakan National Costume yang memukau.

Sanly Liu dalam kesempatan ini memakai kostum bertajuk "Bali Yadnya: Persembahan Pengabdian Abadi". 

Dalam unggahannya di akun Instagram @sanlyliu, gadis 29 tahun ini menjelaskan bahwa kostum ini adalah sebuah deklarasi visual yang mendalam, terinspirasi dari tradisi suci adat Bali, khususnya filosofi Banten dan Peed.

Baca Juga: Nawat Itsaragrisil Minta Maaf, Presiden Miss Universe Raul Rocha Ambil Tindakan Keras Ini Pasca Insiden Walkout Miss Mexico Fatima Bosch

Banten adalah sesaji dan Peed adalah pajegan wadah sesaji tinggi sebagai simbol rasa syukur dan pengorbanan.

Kostum ini hadir menggantikan rencana awal penggunaan tema legenda Calon Arang, sebuah keputusan yang didasari keinginan tim kreatif untuk menyajikan citra Indonesia yang lebih positif, anggun, dan penuh spiritualitas.

Penggunaan national costume Bali Yadnya, 'Yadnya' dalam Hindu Bali merujuk pada persembahan tulus ikhlas dan pengorbanan suci.

Baca Juga: Indonesia Diwakili Sanly Liu, Ajang Miss Universe di Thailand 2025 Diwarnai Insiden Walkout Miss Universe Mexico, Begini Kronologinya

Kostum ini konon dirancang khusus oleh desainer untuk menjadi wujud visual dari tradisi tersebut, di mana keindahan dan kesakralan bersatu.

Banten merupakan ekspresi syukur dan ketulusan, ditunjukkan dengan detail kostum dipenuhi ornamen-ornamen yang mereplikasi bentuk dan tekstur dari Banten (sesaji), seperti canang sari dan gebogan. 

 Makna elemen Banten melambangkan rasa syukur yang tiada henti kepada Sang Pencipta, menggambarkan kerendahan hati dan ketulusan masyarakat Bali dalam menjalani hidup, sedangkan Peed/Pajegan disebut sebagai puncak keagungan persembahan.

Bagian ini merupakan bagian utama kostum, terutama hiasan punggung dan kepala, menjulang tinggi dan megah, menyerupai Peed atau Pajegan, yaitu wadah sesaji tumpeng yang disusun artistik dan tinggi saat upacara besar.

Kostum ini mewujudkan kemegahan gebogan, persembahan yang menjulang tinggi yang terbuat dari buah-buahan dan bunga yang dibawa oleh wanita Bali.

Setiap lapisan gebogan dinarasikan Sanly melambangkan kemakmuran, kesuburan dan hubungan abadi antara langit dan bumi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @sanlyliuu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X