SketsaNusantara.id - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pernyataan penting di Surabaya. Ia menegaskan persoalan internal PBNU telah berakhir. Penegasan itu disampaikan usai pertemuan pimpinan.
Pertemuan berlangsung di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Jawa Timur. Agenda digelar pada Minggu, 28 Desember 2025. Sejumlah pimpinan PBNU hadir langsung.
Forum tersebut menjadi lanjutan dari pertemuan sebelumnya di Kediri. Kesepakatan awal telah dicapai di Pondok Pesantren Lirboyo. Surabaya menjadi momentum penguatan kebersamaan.
Baca Juga: Mahfud Bongkar Akar Konflik PBNU dan Bisnis Tambang: 'Bukan PBNU, PTNU'
Berikut rangkaian fakta yang terungkap dari pertemuan pimpinan PBNU di Surabaya.
1. Urusan Internal Sudah Selesai
Fakta pertama, Gus Yahya menyatakan seluruh persoalan internal telah selesai. Ia menegaskan organisasi kembali pada semangat kebersamaan. Tidak ada lagi konflik yang dibicarakan.
“Semua hal yang kemarin menjadi persoalan, kita anggap sudah lewat, sudah tidak ada, dan kita kembali lagi kepada kebersamaan,” ujar Yahya Cholil Staquf.
2. Pertemuan Lirboyo Jadi Rujukan Utama
Fakta kedua, pertemuan Surabaya merupakan penegasan kesepakatan Kediri. Agenda ini tidak berdiri sendiri. Hasil pertemuan Lirboyo menjadi rujukan utama.
Gus Yahya menyebut pertemuan ini sebagai penguatan komitmen bersama. Kesepakatan sebelumnya ditegaskan kembali. Mandat organisasi menjadi dasar kebersamaan.
3. Pertemuan Sederhana
Fakta ketiga, pertemuan berlangsung secara sederhana. Agenda diisi selawat dan silaturahim. Fokus diarahkan pada penguatan ikatan antar pimpinan.
Artikel Terkait
Putri Gus Dur, Alissa Wahid Tanggapi Konflik PBNU Hingga Tuntut Gus Yahya Mundur Sebagai Ketum: Perbedaan Pendapat Itu Rahmat
Sah? Gus Yahya Resmi Dipecat dari Jabatan Ketua Umum PBNU
Isi Surat Edaran Pemecatan Gus Yahya dari Jabatan Ketua Umum PBNU
Siapa Ketua Umum PBNU yang Baru Jika Gus Yahya Benar-benar Dipecat?
PB PMII Nyatakan Sikap Kemandirian Organisasi di Tengah Memanasnya Dinamika PBNU