Kamis, 4 Juni 2026

Sejumlah Wilayah di Jember Terendam Banjir, Warganet Singgung Kebiasaan Masyarakat yang Buang Sampah ke Sungai hingga Soroti Dugaan Penggundulan Hutan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Desember 2025 | 06:00 WIB
Potret banjir luapan sungai Bedadung masuk ke pemukiman warga di Kabupaten Jember, BPBD bantu proses evakuasi sejumlah warga ke tenda pengungsian (Instagram/bpbd_kab.jember)
Potret banjir luapan sungai Bedadung masuk ke pemukiman warga di Kabupaten Jember, BPBD bantu proses evakuasi sejumlah warga ke tenda pengungsian (Instagram/bpbd_kab.jember)

Ketinggian air bervariasi di sejumlah titik yang juga merendam fasilitas publik termasuk masjid dan mushola. Selain itu, pemukiman yang berada di sekitar jembatan Gladak Kembar juga terendam banjir setinggi 1-2 meter.

Tampak salah satu unggahan warganet yang memperlihatkan rumah-rumah warga tenggelam dan rusak berat akibat banjir. Bahkan, rumah salah satu warga di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat ikut hanyut terbawa arus.

Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di beberapa wilayah seperti Ledokombo, Arjasa, dan Jelbuk. Material longsor bahkan sempat menutup total akses jalan penghubung antar kecamatan.

Baca Juga: Jember Diterjang Banjir, 2 Sungai Meluap, Jembatan Penghubung Desa Jubung Ambruk

Beberapa pihak menyimpulkan bahwa air penyebab banjir ini kemungkinan datang dari kawasan lereng Gunung Argopuro yang letaknya berada paling dekat dengan Kabupaten Jember.

Pemerintah Kabupaten Jember telah menetapkan status tanggap darurat. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dibantu para relawan telah melakukan proses evakuasi serta pendistribusian logistik, sementara ribuan warga mengungsi dan mulai tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Banjir dari luapan sungai Bedadung juga turut merusak kapal-kapal nelayan di Kecamatan Puger. Perahu nelayan yang bersandar di Pantai Pancer ikut terhempas derasnya arus sungai menuju laut lepas yang menyebabkan kerusakan cukup parah.

Bencana banjir ini ramai menjadi sorotan publik. Tagar "Pray for Jember" pun menggema di media sosial, menuai simpati serta keprihatinan warganet.

Baca Juga: Satgana PMI Kabupaten Jember Bergerak Cepat Tangani Banjir, Salurkan Makanan dan Layanan Kesehatan Hingga Dini Hari

Di tengah ramainya dukungan publik, tak sedikit pula yang menyoroti faktor penyebab banjir, mulai dari kebiasaan membuang sampah sembarangan hingga dugaan penggundulan hutan di kawasan lereng Gunung Argopuro yang menjadi hulu aliran sungai di Jember.

Publik juga mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi dan langkah antisipasi agar bencana besar ini tak kembali terulang kembali di kemudian hari.

"Turut berduka untuk warga yang terdampak banjir di Jember, kadang sedih tapi juga masih sering lihat orang dengan entengnya buang sampah ke sungai. Kedepannya, masyarakat meski kompak, buang sampah pada tempatnya sebelum menyalahkan orang lain mulailah kesadaran itu berawal dari diri sendiri," komentar akun @we****aa.

Baca Juga: Salurkan Bantuan Kendaraan Roda Tiga di Jember, Anggota DPRD Jawa Timur Dorong Keterlibatan Masyarakat Atasi Persoalan Sampah

"@wadul.guse Tolong kedepannya jangan sampai terjadi banjir seperti ini lagi. Ada langkah antisipasinya. Bisa saja buat sumur resapan, saat hujan mobil tangki air siap menyedot air sehingga tidak sampai menggenangi rumah warga atau antisipasi lainnya, semoga lekas sembuh Jemberku," komentar akun @vin***na.

"Bertahun-tahun jadi warga Jember, banyak daerah yang dulu aman, sekarang jadi langganan banjir. Panasnya bumi udah kaya gini, mungkin karena hutan mulai sedikit, area resapan air berkurang, penguapan air makin parah akhirnya curah hujan tinggi, belum lagi masalah drainase mampet dan kurangnya kesadaran masyarakat yang suka buang sampah sembarangan, banyak yang perlu diperbaiki," komentar akun @ib****na.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @jember24jam_, Instagram @bpbd_kab.jember

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X