Kamis, 4 Juni 2026

Detik-Detik Banjir Bandang Karangasem yang Menghanyutkan Kendaraan: Penyebab, Data BPBD, dan Kondisi Terkini Warga Terdampak

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 12 Desember 2025 | 19:00 WIB
Banjir bandang di wilayah Karangasem, Bali, pada Jumat, 12 Desember 2025.   (X.com/@Never)
Banjir bandang di wilayah Karangasem, Bali, pada Jumat, 12 Desember 2025. (X.com/@Never)

SketsaNusantara.id - Banjir bandang kembali menyita perhatian publik setelah luapan air menerjang sejumlah titik di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.

Rekaman warga yang beredar memperlihatkan derasnya aliran air memasuki rumah penduduk. Beberapa kendaraan juga tampak terseret arus di tengah hujan yang turun sepanjang siang hingga sore.

Dalam unggahan X @Never pada Jumat, 12 Desember 2025, terlihat banjir merendam area pemukiman dan fasilitas warga.

Baca Juga: Mengapa Banjir Bandang Sumatera Dianggap Tak Lagi Wajar? Penjelasan Novel Baswedan soal Izin Tambang, Aturan Lingkungan, dan Celah Korupsi

“Banjir bandang menerjang Antiga dan Gegelang di Karangasem Bali,” tertulis dalam unggahan tersebut.

Hujan intens yang mengguyur wilayah itu memicu aliran sungai meluap hingga memasuki tiga desa, yaitu Desa Gegelang, Antiga, dan Antiga Kelod.

Unggahan tersebut juga menunjukkan warga yang mulai mengevakuasi ternaknya. “Sejumlah warga pun terpaksa mengevakuasi ternak mereka karena kandang mulai terendam air,” tulis akun itu.

Baca Juga: King Abdi Turun ke Dapur Umum Aceh, Aksi Masaknya untuk Para Penyintas Banjir Banjir Ini Tuai Haru dan Pujian Publik

Berdasarkan penelusuran, banjir diduga berasal dari meluapnya Sungai Tukad Betel akibat curah hujan tinggi sepanjang hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem menjelaskan kronologi kejadian itu dalam laporan resmi. Kepala Pelaksana BPBD, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menyebut banjir mulai terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Ia memastikan kejadian ini melanda beberapa desa di Kecamatan Manggis dengan intensitas yang bervariasi.

“Hasil assessmen sementara, tidak ada korban jiwa,” kata Arimbawa dalam keterangannya pada Jumat, 12 Desember 2025.

Menurut laporan Pusdalops BPBD Karangasem, hujan berintensitas tinggi sejak pagi membuat Tukad Betel tidak mampu menahan debit air. Luapan itu kemudian menggenangi permukiman dan merusak sejumlah titik di tiga desa terdampak.

Arimbawa menjelaskan panjang aliran sungai tersebut sekitar 10 kilometer, dari hulu di Desa Gegelang hingga pesisir Desa Antiga. Banjir mengakibatkan 18 Kepala Keluarga (KK) di Banjar Dinas Pangitebel kemasukan air.

Selain itu, 17 KK di Dusun Tengading juga terdampak meskipun air mulai surut. Satu rumah berisi tiga jiwa di Dusun Abian Canang mengalami longsor sehingga penghuninya harus mengungsi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X