Minggu, 19 Juli 2026

Eks Penyidik KPK Soroti Kayu Gelondongan Terbawa Banjir, Duga Ada Korupsi dan Keterlibatan Pejabat

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Kamis, 11 Desember 2025 | 15:00 WIB
Kondisi hutan yang menyebabkan banjir bandang di Sumatra. (Instagram/pandawaragroup)
Kondisi hutan yang menyebabkan banjir bandang di Sumatra. (Instagram/pandawaragroup)

SketsaNusantara.id - Aulia Postiera, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanggapi banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatera.

Menurutnya, jika memang pohon itu tumbang dan kebawa oleh arus air, potongan pohon tersebut seharusnya tidak rapi.

Sementara dari banyaknya foto dan video yang beredar di media sosial, tumpukan kayu gelondongan tersebut memiliki potongan yang rapi, seperti memang disengaja ditebang dengan menggunakan alat khusus.

Baca Juga: Tuai Protes! Gajah Sumatra Dikerahkan untuk Bantu Bersihkan Kayu Gelondongan Pasca Banjir Menerjang Aceh, Teuku Zacky: di Mana Hati Nurani Kalian?

“Banyak kayu gelondongan yang masuk ke wilayah penduduk yang disapu oleh banjir itu,” katanya, dilansir dari kanal Youtube Abraham Samad Speak Up.

Aulia menyadari banyaknya lahan hutan gundul di Sumatera hingga Aceh.

“Itu yang terjadi saat ini, ini yang paling besar karena kalau kita melihat apa yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh itu hutannya gundul,” kata Aulia.

Baca Juga: Batalkan Pesta Resepsi Anaknya Meski Persiapan Sudah Matang, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah Alokasikan Uang Pesta Untuk Korban Banjir

Dikatakan Aulia bahwa dari hasil penelitian pun menunjukkan banyak terjadi penebangan hutan ilegal.

“Sudah banyak peneliti, banyak NGO yang menyatakan bahwa ini terjadi pembalakan liar, ini terjadi illegal mining di wilayah-wilayah tersebut dan tidak ada penegakan hukum,” jelasnya.

Bukan hanya itu saja, Aulia mengungkap bahwa pembalakan liar ini kerap kali dilakukan oleh korporasi.

Baca Juga: Prabowo Subianto Syukuri Banyaknya Kelapa Sawit yang Tumbuh di Indonesia, Singgung Banjir di Sumatera Sebagai Ujian: Alhamdulillah Kita Kuat!

"Pembalakan liar itu dilakukan korporasi, rakyat kan nggak punya bekho. Kalau itu tambang rakyat atau ditebang oleh rakyat, seberapa banyak sih masyarakat ini bisa memotong kayu atau menambang?," ucap Aulia.

Adanya alat-alat berat yang digunakan untuk pembalakan liar itulah menunjukkan bahwa kegiatan tersebut bukan dilakukan oleh rakyat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X