"Tapi, kalau sudah ada eskavator, ada bekho, pasti ada pembiaran di sana, ada korporasi yang terlibat, ada penegak hukum yang mendiamkan," ujarnya.
Dengan adanya pembalakan liar tersebut, kata Aulia, dapat dipastikan ada korupsi di daerah tersebut.
“Sudah dapat dapat dipastikan terjadi korupsi di Sumatra, patut diduga karena kan bagaimana ada pembiaran bertahun-tahun dan tidak ada yang tahu? Kita nggak hidup di ruang hampa,”
Menurutnya, ada peran pemerintah ataupun pejabat dalam praktik pembalakan liar tersebut.
“Pasti ada yang terlibat, baik itu pejabat, penegak hukum atau siapapun itu yang mempunyai kekuasaan yang membiarkan atau mungkin menjadi backing pelaku illegal mining atau illegal logging itu,” tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Zaskia Adya Mecca Mengaku Tidak Bisa Diam dan Santai Melihat Korban Bencana Banjir di Sumatra: Gelisah, Rasanya Harus Gerak dan Hadir
Minta Maaf Usai Rincian Bantuan Viral di Medsos, Kementan Klarifikasi soal Harga Beras untuk Korban Banjir Sumatera yang Ramai Disorot Publik
Curhatan Zikri Daulay Soal Bencana Banjir Bandang yang Melanda Aceh, Kenang Trauma Masa Kecilnya Saat Kena Tsunami
ICMI Orda Jember Kirim Bantuan ke Sumatera lewat PMI, Donasi Rp10 Juta Disalurkan untuk Korban Banjir dan Longsor
135 Rumah Terdampak Banjir Luapan di Kecamatan Gumukmas Jember, Ketinggian Air Sempat Capai 70 Centimeter
Ferry Irwandi Disentil Endipat Wijaya Usai Galang Donasi Rp10 M untuk Korban Banjir Sumatra, Siapa Dia?