Dindikpora Brebes menekankan bahwa tendik (tenaga pendidik) atau guru yang ingin menonton konser harus menggunakan dana pribadi dan tidak diperbolehkan mengatasnamakan lembaga sekolah.
"Kalau mau beli tiket jangan pakai anggaran sekolah, meskipun itu jabatan kepala sekolah, jadi harus pake dana pribadi jangan membawa nama lembaga apalagi pakai dana BOS," tuturnya.
Sebelumnya, sejumlah guru SD di Kecamatan Wanasari mengeluhkan adanya instruksi pembelian tiket yang disampaikan melalui grup WhatsApp Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Negeri Wanasari.
Diketahui, sejumlah sekolah SD negeri di Wanasari telah membayar iuran berkisar antara RP300 ribu hingga Rp600 ribu, bahkan ada yang menggunakan dana BOS.
Banyak tenaga pendidik yang menyayangkan kebijakan ini, mengingat dana BOS di wilayah tersebut sangat terbatas dan kerap digunakan untuk keperluan lain yang terkadang tidak berkaitan dengan kebutuhan sekolah.
Publik juga mengingatkan agar persoalan ini dievaluasi secara menyeluruh dan tidak semata-mata menyalahkan guru atau pihak sekolah.
"Pernah dengar curhatan influencer yang suka banget ngorek-ngorek kesalahan guru, bisa dilihat ya, pihak sekolah itu kadang juga mendapat tekanan dan paksaan dari dinas di atasnya. Jadi periksa juga itu di tingkat dinasnya," komentar salah satu warganet.
"Kalau dana BOS terbatas gak mungkin mereka paksain buat nonton konser, sebelumnya juga ada keluhan guru soal instruksi beli tiket konser, jadi perlu diusut juga itu," imbuh warganet lainnta.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Brebes menyatakan bahwa beberapa sekolah yang berada di Kecamatan Wanasari dan Paguyangan sudah mulai mengembalikan dana BOS yang dipakai untuk membeli tiket konser.
Di sisi lain, Ketua K3S SD Negeri di Kecamatan Wanasari, Brebes membenarkan adanya instruksi pembelian tiket konser Dewa 19, namun sifatnya sukarela dan tidak memaksa.
Pihaknya menegaskan bahwa guru dipersilahkan membeli tiket konser menggunakan dana pribadi dan tidak diperkenankan menggunakan dana BOS dari sekolah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Jerome Polin Soroti Akar Masalah Pendidikan Indonesia dengan Menekankan Kesejahteraan Guru
Bukan Sekedar Jumlah Hari Sekolah, Keluarga Berpengaruh Besar Terhadap Pendidikan Anak
Bukti Komitmen Nyata dalam Transformasi Pendidikan Daerah, Bupati Jember Gus Fawait Raih Mohamad Syafei Awards 2025
SMAN 72 Jakarta Buka Lagi Senin Usai Ledakan, Polisi dan Menteri PPPA Pastikan Sekolah Aman dan Siswa Siap Belajar
Gagal Jadi Juara Lomba Mewarnai Karena Dinilai Terlalu Bagus, Pihak Sekolah Klarifikasi: Tidak Ada Niat untuk Meragukan Kemampuan Anak
Rencana Bahasa Portugis Masuk Sekolah: Pemerintah Ungkap Tahapan Kajian, Kesiapan Guru, dan Skema Pengajaran Bahasa Asing