Minggu, 19 Juli 2026

Prabowo Bagikan 330 Ribu Smart TV untuk Sekolah: Program Digitalisasi Pendidikan Demi Pemerataan Akses Belajar di Seluruh Indonesia

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 21 September 2025 | 20:30 WIB
Pemerintah tengah menyiapkan program digitalisasi pendidikan dengan membagikan smart TV ke sekolah.  (fahum.umsu.ac.id)
Pemerintah tengah menyiapkan program digitalisasi pendidikan dengan membagikan smart TV ke sekolah. (fahum.umsu.ac.id)

SketsaNusantara.id - Pemerataan akses pendidikan kembali menjadi fokus perhatian pemerintah. Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah besar melalui program digitalisasi sekolah dengan membagikan ratusan ribu smart TV atau smart board ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Program ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pembelajaran digital, terutama bagi sekolah di wilayah terpencil yang masih kesulitan mengakses fasilitas belajar modern. Dengan adanya perangkat digital ini, pemerintah berharap kualitas materi ajar dapat merata hingga pelosok negeri.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menjelaskan bahwa sebanyak 330 ribu unit smart TV akan didistribusikan. Jumlah tersebut mencakup 73 persen dari total sekitar 450 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Verrell Bramasta Mantap di DPR Suarakan Pendidikan Kesetaraan dan Aspirasi Perempuan

“Program yang terbaru adalah program Pak Prabowo untuk menyediakan smart TV, layar smart itu di 330.000 sekolah masing-masing di Indonesia,” kata Qodari di Jakarta, Sabtu 20 September 2025.

Menurut Qodari, kebijakan ini mencerminkan keberpihakan Presiden di bidang pendidikan. Smart TV akan menjadi sarana pembelajaran jarak jauh yang memungkinkan siswa di berbagai daerah memperoleh materi dari guru-guru berkualitas.

“Supaya sekolah-sekolah yang letaknya jauh dari Jakarta, jauh dari pusat, bisa tetap mendapatkan materi-materi pengajaran yang berkualitas oleh guru yang berkualitas. Sedemikian tekad Pak Prabowo untuk anak-anak Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Bukan Sekedar Jumlah Hari Sekolah, Keluarga Berpengaruh Besar Terhadap Pendidikan Anak

Ia menambahkan bahwa Presiden menargetkan dalam tahun pertama masa jabatannya, sebagian besar sekolah sudah dapat mengakses pembelajaran digital.

“Di tahun pertama beliau jadi Presiden, beliau ingin agar 73 persen sekolah di seluruh Indonesia punya akses digital,” ujarnya.

Presiden Prabowo sendiri telah menyinggung program smart classroom dalam berbagai kesempatan. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Bogor, Mei 2025 lalu, ia menegaskan bahwa digitalisasi sekolah adalah kunci pemerataan kualitas pendidikan. “Saya ingin ada digitalisasi sekolah-sekolah, kita akan taruh layar-layar televisi di setiap sekolah kita,” ucap Prabowo di SDN Cimahpar 5, Bogor Utara.

Prabowo menekankan, sistem ini akan memungkinkan guru terbaik nasional menyampaikan materi ajar secara langsung ke sekolah-sekolah di seluruh negeri. Dengan begitu, kesenjangan tenaga pengajar yang masih menjadi persoalan di beberapa daerah bisa teratasi. “Smart TV ini interaktif, jadi saya dari pusat bisa lihat kelas yang tidak ada gurunya atau gurunya kewalahan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan sangat penting agar generasi muda Indonesia siap menghadapi persaingan global. “Kita berusaha segala cara untuk anak-anak kita disiapkan, dididik yang baik. Kita tidak boleh kalah karena persaingan ketat di dunia,” lanjut Prabowo.

Untuk tahap awal, 100 ribu sekolah ditargetkan menerima smart TV pada 10 November 2025. Saat ini, distribusi telah mencapai 10 ribu unit. Program ini akan terus ditingkatkan pada tahun berikutnya dengan penambahan perangkat di setiap sekolah.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X