Minggu, 19 Juli 2026

Jerome Polin Soroti Akar Masalah Pendidikan Indonesia dengan Menekankan Kesejahteraan Guru

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Senin, 25 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Jerome Polin saat tampil di podcast Suara Berkelas membahas akar masalah pendidikan di Indonesia. (Youtube/Suara Berkelas)
Jerome Polin saat tampil di podcast Suara Berkelas membahas akar masalah pendidikan di Indonesia. (Youtube/Suara Berkelas)

 

SketsaNusantara.id – Konten kreator edukasi dan pendiri Mantappu Akademi, Jerome Polin, kembali mencuri perhatian publik usai menyampaikan pandangannya mengenai akar persoalan pendidikan di Indonesia.

Dalam podcast Suara Berkelas, Jerome secara lugas mengungkap bahwa kesejahteraan guru merupakan titik lemah paling mendasar yang membuat kualitas pendidikan di tanah air sulit berkembang.

Menurut Jerome, pekerjaan sebagai guru masih belum dipandang sebagai profesi yang menjanjikan.

Baca Juga: Publik Geleng-Geleng, Jerome Polin Pertanyakan Tunjangan Beras Rp12 Juta: Ini Bisa Buat Makan Satu Kampung

Hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat kesejahteraan yang diterima para pendidik. Ia menuturkan bahwa fenomena ini sudah terjadi sejak lama dan masih membekas hingga sekarang.

“Selalu sama, akar masalah pendidikan di Indonesia yang paling aku rasa fatal adalah guru, Bro. Kesejahteraan guru menurut aku,” ucap Jerome Polin dikutip SketsaNusantara.id dari Youtube podcast Suara Berkelas.

Jerome mengisahkan pengalamannya semasa sekolah. Ia bercerita bahwa ketika gurunya bertanya siapa yang bercita-cita menjadi guru, hampir tidak ada satupun siswa yang mengangkat tangan.

Baca Juga: Jerome Polin Soroti Anggaran Pendidikan Indonesia, Usul Restrukturisasi APBN untuk Kesejahteraan Guru

Sebaliknya, mayoritas lebih memilih profesi seperti insinyur, dokter, atau pengacara karena dianggap lebih prestisius dan menjanjikan dari sisi ekonomi.

“Dulu di sekolahku, guruku nanya, siapa di sini mau jadi guru? Enggak ada yang mau. Siapa mau jadi engineer? Angkat tangan banyak. Siapa mau jadi dokter? Lawyer? Kenapa? Karena kerjaan itu prestige. Dan prestige itu datangnya dari apa? Duit, kesejahteraan,” jelas Jerome.

Ia menegaskan bahwa rendahnya kesejahteraan guru telah membentuk mindset di masyarakat.

Baca Juga: Jerome Polin Kritik Tunjangan Rumah dan Anggaran Beras DPR hingga Puluhan Juta, Sindir Pemerintah yang Tak Pedulikan Nasib Rakyat Kecil di Indonesia

Bahkan, orang tua pun kerap melarang anak-anaknya bercita-cita menjadi guru, peneliti, atau atlet dengan alasan profesi tersebut tidak bisa memberikan penghidupan yang layak.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X